Breaking News:

Riau Alami Lonjakan Kasus Covid-19, Presiden Jokowi hingga WHO Ingatkan Hal Ini

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar, mengingatkan agar masyarakat tidak abai dalam menjalankan protokol kesehatan.

istimewa
Kepala Disdukcapil Siak mengikuti swab antigen, Rabu (25/8/2021) di kantornya 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Selasa (23/11/2021) Provinsi Riau mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 35 pasien.

Lonjakan ini membuat Riau diurutan ke lima kasus terbanyak se Indonesia atau urutan teratas di luar pulau Jawa.

Dimana DKI Jakarta 69 kasus, Jawa Barat 58 kasus, Jawa Timur 43 kasus, Jawa Tengah  40 kasus, Riau 35 kasus.

Dibawah Riau ada Kalimantan Barat 28 kasus.

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar, mengingatkan agar masyarakat tidak abai dalam menjalankan protokol kesehatan.

Mulai dari memakai masker, rutin mencuci tangan, memperhatikan jarak aman, sebisa mungkin menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Sebab jika masyarakat abai, maka bukan tidak mungkin kasus Covid-19 di Riau kembali mengalami lonjakan.

"Tentu itu tidak kita harapkan, makanya saya sampaikan, bahwa pandemi Covid-19 ini belum berakhir. Walaupun kondisinya sudah jauh menurun bila dibandingkan bulan sebelumnya. Protokol kesehatan tidak boleh kita abaikan, kita tidak boleh cuai, tetap memakai masker, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan,” katanya.

Menyikapi lonjakan ini, Presiden Joko Widodo menegaskan agar seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah waspada.

Pasalnya, sejumlah negara kini tengah menghadapi pandemi gelombang 3, bahkan 4.

Hal itu Dia sampaikan dalam acara Rapat Koordinasi Nasional dan Anugerah Layanan Investasi 2021 secara daring, Rabu (24/11/2021).

"Hati-hati saya ingin mengingatkan kembali di Eropa, di Amerika ini sedang tinggi-tingginya. Setelah gelombang 1, gelombang 2, gelombang 3, gelombang 4 muncul," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan pandemi virus corona telah berlangsung selama hampir 2 tahun di Indonesia dan dunia.

"Kita ingin apa yang sudah Alhamdulilah terkendali, Covid di negara kita ini tidak mengalami lonjakan lagi. Oleh sebab itu saya kemarin rapat marilah kita bersama-sama utamanya menghadapi Natal dan tahun baru," ucap Jokowi.

Hal serupa juga disampaikan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

WHO memperingatkan adanya potensi jumlah kematian karena Covid-19 di Eropa dan sebagian Asia mencapai 700.000 pada Maret 2022.

Dalam penilaiannya, WHO memperingatkan Covid-19 dapat menjadi penyebab kematian tertinggi di kawasan Eropa pada 2022.

"Kematian kumulatif yang dilaporkan diproyeksikan mencapai lebih dari 2,2 juta pada musim semi tahun depan, berdasarkan tren saat ini," kata WHO dalam rilis yang dilansir BBC pada Selasa (23/11/2021).

Kematian karena Covid-19 yang dikonfirmasi baru-baru ini berlipat ganda menjadi hampir 4.200 sehari, tambahnya.

Selain negara-negara Eropa, WHO juga menganggap Israel dan negara-negara bekas Uni Soviet, seperti Tajikistan dan Uzbekistan di Asia Tengah sebagai wilayah berpotensi mencatatkan kenaikan jumlah kematian karena Covid-19 pada Maret 2022.

( Tribunpekanbaru.com / Firmauli Sihaloho )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved