Breaking News:

Tak Hanya Durhaka Tapi Juga Tamak, Anak Gugat Ibu Kandung Ternyata Tergiur Ganti Rugi Jalan Tol

Ibu di Boyolali digugat anak kandung setelah tahu tanah warisan terdampak proyek Tol Solo-Jogja. Penggugat rupanya miliki warisan yang banyak.

Editor: CandraDani
TribunSolo.com/Tri Widodo
Sebaian tanah seorang ibu yang digugat anaknya terkena Tol Solo-Jogja di Dukuh Klinggen, Desa Gowokajen, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, Rabu (24/11/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kasus anak menggugat ibu kandungnya sendiri ternyata memiliki lika-liku permasalahan di dalam keluarga.

Menurut pengakuan keluarga tergugat, Aris Harjono, dua saudaranya yang menggugat seisi rumah termasuk ibundanya sudah mendapatkan bagian warisan.

Namun masih saja ingin menguasai tanah yang bakal terkena Tol Solo-Jogja di Dukuh Klinggen, Desa Gowokajen, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali.

"Sudah dapat bagian duluan di wilayah Kecamatan Ngemplak, namun masih ingin menguasai tanah yang akan mendapatkan ganti rugi ini," kata dia kepada TribunSolo.com, Rabu (24/11/2021).

Hanya saja, tanah yang di Ngemplak tersebut telah dijual untuk biaya membangun rumah penggugat di Salatiga pada tahun 1993 dan menutup hutang pada tahun 2011.

“Kalau saya lihat, kakak dan adik saya ini serakah, iri iri jika bagian kami kemudian dibebaskan untuk jalan tol,” terang dia,

Padahal, dia dan kakak serta adiknya juga akan memberikan uang tunai kepada penggugat berinsiial RS dan IA itu setelah uang ganti rugi cair.

"Jika dikumpulkan, nilai uang yang akan diberikan secara cuma-cuma itu sebesar Rp 250 juta," aku dia.

Bahkan, ibunya juga akan memberikan tanah seluas 250 meter persegi di Desa Bendosari, Kecamatan Sawit kepada keduanya itu supaya tak menimbulkan kegaduhan dalam keluarga.

Namun keduanya bersikukuh ingin melanjutkan kasus ini.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved