Breaking News:

Berita Pekanbaru

Anggota DPRD Pekanbaru Ida Yulita Susanti Kembali Diperiksa Jaksa Terkait Masalah Mobil Dinas

Kejari Pekanbaru kembali memeriksa anggota DPRD Pekanbaru, Ida Yulita Susanti terkait masalah mobil dinas

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Nurul Qomariah
Tribun Pekanbaru/Rizky Armanda
Anggota DPRD Kota Pekanbaru Ida Yulita Susanti kembali diperiksa Kejari Pekanbaru terkait masalah mobil dinas. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru kembali memeriksa anggota DPRD Pekanbaru, Ida Yulita Susanti terkait masalah mobil dinas.

Ida diduga melakukan pelanggaran Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administrasi Pimpinan dan anggota DPRD.

Karena selain menerima tunjangan transportasi, ia disinyalir juga menggunakan mobil dinas.

Informasinya, Ida kembali diperiksa pada pekan ini. Di mana saat ini proses pengusutan perkara sudah masuk tahap penyelidikan intelijen.

"Benar, sudah kita diklarifikasi," ujar Kepala Kejari (Kajari) Pekanbaru, Teguh Wibowo, melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Lasargi Marel, saat dikonfirmasi, Kamis (25/11/2021).

Selain Ida, sejumlah pihak lainnya juga telah menjalani pemeriksaan.

Namun mengingat perkara masih dalam penyelidikan, Marel belum bersedia memaparkan nama dan materi pemeriksaan.

"Untuk materinya, belum bisa kita sampaikan. Intinya kita masih mendalami perkara ini," beber Marel.

Sebelumnya, saat masih tahap pengumpulan data, bahan dan keterangan, Ida juga sudah pernah diperiksa.

Dari proses itu, jaksa meyakini adanya perbuatan melawan hukum sehingga meningkatkan status perkara ke tahap penyelidikan intelijen.

Kendati begitu, belum bisa dipastikan apakah ada unsur kerugian keuangan negara di dalamnya.

Sebagaimana diketahui, Ida dilaporkan massa dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda se-Provinsi Riau (AMPR) Kota Pekanbaru ke Korps Adhyaksa Pekanbaru, beberapa waktu lalu.

Tengku Ibnul Ichsan selaku Ketua AMPR Kota Pekanbaru mengungkapkan, pihaknya memang menemukan kejanggalan terkait perbuatan Ida Yulita Susanti.

Maka dari itu, AMPR pun memilih melaporkan Ida ke kejaksaan.

"Kami ada menyerahkan barang bukti, alat bukti berupa data gaji dia dan (foto) mobil yang digunakannya. Itu dari tahun 2017 sampai 2021," ucapnya.

Lanjut dia, atas laporan itu, pihaknya berharap agar jaksa segera menindaklanjutinya. Jika terbukti, pihaknya berharap Ida dikenakan sanksi pidana.

"Harapan kami, Kejari Pekanbaru segera mengusut tuntas kasus ini. Kalau bisa Ida ini jangan hanya dikenakan sanksi administrasi saja, melainkan juga sanksi pidana," paparnya.

( Tribunpekanbaru.com / Rizky Armanda )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved