Breaking News:

Berita Pelalawan

Kejari Pelalawan Tunjuk Tim Jaksa Penuntut Usai Terima Limpahkan 2 Tersangka Kasus Suap Kades Sering

Kejari Pelalawan tunjuk tim jaksa penuntut umum usai menerima pelimpahan tahap II kasus suap Kades Sering

Penulis: johanes | Editor: Nurul Qomariah
ISTIMEWA
Kejari Pelalawan telah menerima pelimpahan tahap II perkara tipikor gratifikasi dalam pengurusan SKGR Desa Sering Kecamatan Pelalawan dari penyidik Polres Pelalawan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan tunjuk tim jaksa penuntut umum usai menerima pelimpahan tahap II kasus suap Kades Sering.

Kasus itu merupakan perkara tindak pidana korupsi (tipikor) gratifikasi dalam pengurusan Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) Desa Sering, Kecamatan Pelalawan dari penyidik Polres Pelalawan, Rabu (24/11/2021) lalu.

Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelalawan menyerahkan barang bukti dan kedua tersangka ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pelalawan.

Kedua tersangka yakni JE yang merupakan Ketua Poktan Parit Guntung yang berdiri di Desa Sering Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, dan EZ yang merupakan anggotanya.

Pelaku diduga terlibat gratifikasi atau menyuap mantan Kepala Desa (Kades) Sering M Yunus dalam mengurus Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) lahan milik Poktan Parit Guntung.

Mereka menyerahkan uang Rp 100 juta kepada mantan Kades Yunus pada 17 November 2014 lalu.

"Kita menerima kasus tipikor dari Polres Pelalawan yakni pengembangan dari perkara gratifikasi pengurusan SKGR di Desa Sering tahun 2014. Sudah diproses di Seksi Pidsus," terang Kepala Kejari Pelalawan Silpia Rosalina SH MH melalui Kasi Intelijen Fuzthathul Amul Huzni SH, Kamis (25/11/2021).

Kepada Tribunpekanbaru com, Kasi Intel Huzni menerangkan, saat ini tim JPU telah ditunjuk untuk menyidangkan perkara ini nantinya ke Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Kota Pekanbaru.

Namun terlebih dahulu menyiapkan berkas dan administrasi yang dibutuhkan seperti surat dakwaan hingga dokumen lainnya yang dibutuhkan dalam persidangan.

"Kedua tersangka kita lakukan penahanan selama 20 hari kedepan untuk kepentingan proses hukumnya," beber Huzni.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved