Breaking News:

Berita Dumai

PPKM Dumai Turun ke Level 1, Peraturan Berubah, Satgas Covid-19 Keluarkan Pedoman, Apa Isinya?

PPKM Kota Dumai turun ke level 1, peraturan berubah, Satgas Covid-19 keluarkan pedoman untuk berbagai sektor

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Nurul Qomariah
istimewa
Ilustrasi vaksinasi. PPKM Dumai turun ke level 1, peraturan berubah, Satgas Covid-19 keluarkan pedoman. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - PPKM Kota Dumai turun ke level 1, peraturan berubah, Satgas Covid-19 keluarkan pedoman untuk berbagai sektor.

Menteri Dalam Negeri telah mengeluarkan instruksi nomor 61 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3, 2 dan Level 1 serta mengoptimalkan posko penanganan Virus Corona.

Mengacu pada instruksi Menteri Dalam Negeri tersebut, Kota Dumai, masih tetap melaksanakan PPKM, namun levelnya turun menjadi level 1 dari yang sebelumnya level 2.

Sekretaris Satgas Covid-19 Kota Dumai, Amrizal Anara mengungkapkan, setelah ditetapkan turun level, menjadi level 1, Satgas Covid-19 telah mengeluarkan surat edaran nomor 9 tahun 2021.

Tentang pedoman PPKM level 1 bagi sektor pendidikan, pelaku usaha dan kegitan masyarakat di Kota Dumai, Riau.

"SE sudah dikeluarkan, dan sudah ditandatangani pak Walikota Dumai, sebagai ketua Satgas Covid-19," katanya, kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (25/11/2021).

Pelaksanaan PPKM level 1 terhitung mulai tanggal 23 November 2021 sampai dengan 6 Desember 2021.

SE yang dikeluarkan berisi ketentuan, untuk sektor pendidikan pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas.

Dan atau pembelajaran jarak jauh berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri dengan kapasitas maksimal 50 persen.

"Kecuali SDLB, MILB, SMPLB, SMALB dan MALB maksimal 62 persen sampai dengan 100 persen dengan menjaga jarak,” jelasnya.

“ Maksimal peserta didik 5 orang satu kelas, dan untuk PAUD maksimal 33 persen, dan wilayah yang berada di zona merah melaksanakan pembelajaran jarak jauh," imbuhnya.

Kemudian, tambahnya, di sektor perdagangan dan pasar.

Untuk pasar tradisional, pedagang kaki lima, toko kelontong, agen atau outlet voucher,dan lain-lain yang sejenis diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat, memakai masker, mencuci tangan, handsanitizer, dan mengatur jarak.

Jam operasional maksimal sampai pukul 24.00 WIB.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved