Breaking News:

PPSW Riau Gelar Diskusi Multistakeholder Terkait Program Go Digital ASEAN, Patuhi Prokes

Kegiatan ini adalah rangkaian Program Go Digital ASEAN yang sudah berlangsung sejak Tahun 2020 lalu dan dalam pelaksanaan mematuhi protokol kesehatan

Penulis: Nolpitos Hendri | Editor: Nolpitos Hendri
Istimewa
PPSW Riau Gelar Diskusi Multistakeholder Terkait Program Go Digital ASEAN, Patuhi Prokes. Foto: Suasana diskusi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita atau PPSW Riau menggelar diskusi multistakeholder tentang Perluasan Kesempatan Ekonomi melalui Peningkatan Penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Kantor Bappeda Pekanbaru pada Rabu 24 November 2021.

Kegiatan ini adalah rangkaian Program Go Digital ASEAN yang sudah berlangsung sejak Tahun 2020 lalu dan dalam pelaksanaan mematuhi protokol kesehatan .

Diskusi dibuka oleh Ketua Bappeda Kota Pekanbaru, Ahmad dan dihadiri oleh sejumlah wakil institusi terkait, perwakilan perempuan dan disabilitas penerima manfaat program yang ada di Pekanbaru dan luar Pekanbaru.

"Dalam program ini, PPSW Riau melakukan pendampingan kepada masyarakat, khususnya kaum perempuan dan kelompok marginal untuk membantu perluasan ekonomi mereka melalui teknologi digital," kata Direktur PPSW Riau, Herlia Santi.

Program besutan The Asia Foundation yang didukung Google.org tersebut mengembangkan program Go Digital ASEAN di semua negara ASEAN.

Program ini didesain untuk memberi keterampilan memanfaatkan teknologi digital bagi UMKM dan angkatan muda yang belum bekerja, terutama di wilayah pedesaan dan wilayah tertinggal, dengan memberi perhatian khusus kepada kelompok marginal seperti perempuan dan penyandang disabilitas.

Program ini menyasar 200,000 penerima manfaat di seluruh negara ASEAN, 60% di antaranya adalah perempuan dengan 40% dari kalangan angkatan kerja muda.

Di Indonesia, Go Digital ASEAN dilaksanakan dengan berkolaborasi dengan Asosiasi Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) yang telah banyak melakukan pendamping kelompok-kelompok perempuan di wilayah-wilayah desa tertinggal.

Mengusung tema “Perluasan Kesempatan Ekonomi Melalui Peningkatan Penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi”, implementasi program di Indonesia dilaksanakan dengan memberikan pelatihan dan pendampingan pemanfaatan teknologi digital kepada lebih dari 20.000 orang pelaku UMKM dan angkatan muda pencari kerja yang lebih dari setengahnya adalah perempuan.

Sebanyak 2.000 kelompok disabilitas usia produktif juga ditargetkan untuk menerima manfaat program ini.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved