Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Dosen di Kampar Ini Kembangkan Pemurnian Biogas dan Pupuk Organik dari Kotoran Sapi

produksi biogas dan pupuk organik merupakan nilai tambah bagi peternak Sapi. Sehingga masyarakat dapat meningkatkan taraf hidupnya

Penulis: Fernando Sihombing | Editor: didik ahmadi

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Tim Dosen Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai (UP) menyulap kotoran sapi di Desa Laboy Jaya Kecamatan Bangkinang menjadi biogas dan pupuk organik bernilai ekonomi. Mereka terdiri dari beberapa latar belakang disiplin ilmu.

Biogas yang dihasilkan bisa dimanfaatkan menjadi bahan bakar gas. Akademisi ini berharap agar bahan bakar menjadi bahan bakar alternatif di masa depan.

Ns. Apriza, M.Kep, salah satu dosen yang terlibat dalam pengabdian ini, berharap produk yang dihasilkan dapat desiminasikan bagi masyarakat. Sehingga program ini tetap berlanjut di Desa Laboy Jaya.

"Kami tentu mengharapkan agar tujuan-tujuan kegiatan Produk Teknologi yang Didesiminasikan ke Masyarakat (PTDM) ini tetap berjalan dan dikembangkan oleh masyarakat Laboy Jaya," ujar Apriza kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (24/11/2021) malam.

Apriza menuturkan, produksi biogas dan pupuk organik merupakan nilai tambah bagi peternak Sapi. Sehingga masyarakat dapat meningkatkan taraf hidupnya.

Bertindak sebagai Ketua Tim PTDM Universitas Pahlawan adalah Aris Fiatno, ST., MT. dari program studi Teknik Industri. Apriza sendiri anggota tim dari Program Studi Ners dan Risqon Jamil Farhas, SE., M.Si. dari Program Studi Kewirausahaan.

Risqon Jamil berharap produk turunan dari kotoran Sapi berupa pupuk padat dan pupuk cair dapat dipasarkan kepada masyarakat. Ia mengatakan, produk pupuk ini bisa dibuat dalam kemasan agar bernilai jual.

Kepala Desa Laboy Jaya, Rahmat menyampaikan terima kasih kepada Tim Dosen Universitas Pahlawan yang telah memilih desa yang dipimpinnya sebagai lokasi pengembangan Biogas. "Program ini bisa membantu mitra di desa kita ini yang mengalami krisis gas LPG. Tetapi juga membantu untuk mengangkat potensi kami dalam usaha peternakan sapi," ungkapnya.

Mitra Tim Dosen UP, Wintolo Andi Rohmanto, menyebutkan bahwa kegiatan ini sangat dinanti oleh masyarakat. Menurut dia, Tim Dosen tidak hanya memberikan output yang jelas berupa biogas yang sudah dimurnikan. Tetapi telah didistribusikan melalui melalui instalasi pemipaan biogas ke beberapa warga di sekitar tempat pembangunan reaktor biogas.

Ia mengatakan, dalam pelaksanaannya tim juga mendatangkan ahli peternakan dalam pelatihan pembuatan pakan hingga pelatihan membuat pupuk padat dan cair. Tidak sampai di situ, Wintolo menambahkan, Tim Dosen UP juga membantu proses pembuatan hingga menyiapkan penjualan pupuk organik yang dihasilkan.

"Kita semua mengharapkan agar di tahun berikutnya lebih banyak lagi dosen Universitas Pahlawan yang memenangkan program-program riset dan pengembangan yang diadakan oleh pemerintah," ujar Wintolo. Selain itu, kata Wintolo, potensi yang saat ini dikembangkan dapat digali lagi oleh Tim Dosen UP di Desa Laboy Jaya di bidang lainnya.

Program ini merupakan realisasi program hibah dari Badan Riset dan Inovasi Nasional NASIONAL (BRIN). "Alhamdulillah, untuk anggaran tahun 2021 Tim dari Universitas Pahlawan mendapat pendanaan dari Ristekbrin dengan memenangkan hibah," kata Ketua dalam Pengajuan Proposal Hibah Pengabdian, Aris Fiatno, ST., MT.

Aris mengatakan, kegiatan pengabdian yang bernilai inovasi ini tidak terlepas dari Dewan Nurzafri dan Nurzahedi. Menurut dia, mereka bersemangat untuk menggerakkan pengembangan produk-produk penelitian di masyarakat.

"Tim Dosen ini bertanggung jawab dalam menangani masalah kesehatan sebagai dampak yang ditimbulkan oleh kotoran sapi yang akan digarap," kata Aris.

(Tribunpekanbaru.com / Fernando Sihombing)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved