Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Protes UMK 2022 Naik Rp 60 Ribu, Puluhan Massa FSPMI Geruduk Kantor Bupati Pelalawan

UMK tahun depan naik sekitar Rp 60 ribu dari tahun sebelumnya atau hanya 2 persen saja, dari Rp 3.002.383,89,- menjadi Rp 3.062.383,89,-.

Penulis: johanes | Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Puluhan massa dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menggeruduk kantor Bupati Pelalawan pada Kamis (25/11/2021) pagi. Mereka melakukan unjuk rasa terkait Upah Minimum Kabupaten (UMK) Pelalawan tahun 2022.

Massa FSPMI menolak besaran UMK 2022 yang telah ditetapkan Dewan Pengupahan Kabupaten (DPK) pada Senin (22/11/2021) lalu.

UMK tahun depan naik sekitar Rp 60 ribu dari tahun sebelumnya atau hanya 2 persen saja, dari Rp 3.002.383,89,- menjadi Rp 3.062.383,89,-.

Kenaikan yang minim ini tidak diterima pekerja dari FSPMI dan memicu mereka untuk berunjuk rasa.

Puluhan pendemo datang ke kantor bupati menggunakan belasan sepeda motor dan beberapa mobil dengan bak terbuka. Mereka berorasi setelah sampai di pintu gerbang sebelah kanan gedung melalui pengeras suara yang dibawa.

Puluhan personil Polres Pelalawan, Polsek Pangkalan Kerinci, dan Satpol PP telah menunggu massa di dalam areal kantor bupati untuk mengamankan demonstrasi.

"Kami tidak terima UMK hanya naik Rp 60 ribu, berarti hanya Rp 2 per hari. Untuk bayar toilet saja itu. Tolak upah murah, hidup buruh," kata orator dari pengeras suara di atas mobil, disambut pekikan pendemo lainnya.

Setelah berorasi beberapa saat, pendemo ditemui pihak kepolisian dan perwakilan Pemda Pelalawan untuk masuk ke dalam kantor, karena Bupati Pelalawan H Zukri hendak melakukan dialog langsung dengan massa. Mereka diarahkan ke auditorium di lantai lll menunggu Bupati Zukri. Sempat mengeluh karena lama menunggu, akhirnya Bupati Zukri didampingi Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko dan perwakilan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) datang ke ruangan dan berbicara dengan pendemo.

Beberapa perwakilan pendemo menyampaikan tuntutan dihadapan bupati dan kapolres terkait besaran UMK yang dinilai tidak berpihak kepada buruh. Kenaikan yang hanya Rp 60 ribu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup para pekerja, karena semua bahan pokok makanan melambung naik.

"Tahun lalu tidak ada kenaikan UMK, tapi mengapa tahun ini hanya naik Rp 60 ribu. Ini jelas tidak sesuai bagi kami," kata Samsul, salah seorang perwakilan pendemo.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved