Breaking News:

Peran Penting Perbankan Dalam Mengakselerasi Transisi Ekonomi Lewat Ekonomi Rendah Karbon

Menko Perekonomian Airlangga menyampaikan peran penting perbankan dalam mengakselerasi transisi ekonomi lewat ekonomi rendah karbon

Editor: Nurul Qomariah
ISTIMEWA
Menko Perekonomian Airlangga menyampaikan peran penting perbankan dalam mengakselerasi transisi ekonomi lewat ekonomi rendah karbon di Webinar Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia, Kamis (25/11/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Peran penting Indonesia dalam Presidensi G20 tahun 2022 menjadi momentum untuk turut mendorong upaya bersama bagi pemulihan ekonomi global.

Dengan memegang prinsip utama yaitu pertumbuhan yang inklusif, berpusat pada masyarakat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Di antara satu prioritas dalam Presidensi G20 Indonesia yakni menyumbangkan dan mengembangkan sumber pembiayaan yang dapat mendukung setiap negara.

Termasuk negara berkembang untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang dimaksud dalam The Glasgow Pact pada COP26.

Hal ini penting karena perubahan iklim menjadi satu hal yang dipertimbangkan bagi pembangunan perekonomian global dalam jangka panjang.

“Perubahan iklim menjadi tantangan ekonomi karena ke depannya diprediksi akan terjadi kenaikan suhu sebesar 2,5 hingga 4,7 derajat celcius pada tahun 2100 akibat peningkatan gas rumah kaca,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Webinar Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia dengan tema, ‘Kebijakan dan Pembiayaan Energi dalam Menyongsong Pemulihan Ekonomi dan Presidensi RI di G20', Kamis (25/11/2021).

“Tetapi dalam pertemuan G20 beberapa waktu lalu sudah disepakati bahwa ini bisa dijaga dalam level 1,5 derajat,”imbuhnya.

Indonesia melalui Nationally Determined Contributions (NDC) berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29% dalam kondisi business as usual.

Untuk memenuhi target ini, sektor energi ditargetkan menyumbang penurunan emisi sebesar 314 juta ton CO2e dan sektor kehutanan dapat menurunkan emisi sebesar 497 juta ton CO2e pada tahun 2030.

Pemenuhan target emisi GRK pada tahun 2030 sesuai NDC tersebut membutuhkan biaya sekitar USD 250 miliar.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved