Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Begini Reaksi Anggota DPRD Pekanbaru Pasca Siswa SMP Swasta Positif Covid-19

Kalangan DPRD Pekanbaru Pekanbaru, sangat menyesalkan ada sekolah yang banyak siswanya terpapar virus Covid-19.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Istimewa
Kalangan DPRD Pekanbaru Pekanbaru, sangat menyesalkan ada sekolah yang banyak siswanya terpapar virus Covid-19. FOTO: Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru H Ervan 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kalangan DPRD Pekanbaru Pekanbaru, sangat menyesalkan ada sekolah yang banyak siswanya terpapar virus Covid-19.

Sebanyak 113 siswa SMPIT Abdurab Pekanbaru, yang terkonfirmasi terpapar virus Covid-19 akhir pekan kemarin.

Padahal, legislator sudah sejak lama mengingatkan, agar pelaksanaan prokes ketat di sekolah, sebuah syarat wajib sebelum proses belajar mengajar digelar. 

Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru H Ervan mengharapkan, agar kasus di  SMPIT Abdurab ini, bisa dijadikan pelajaran berharga bagi sekolah lainnya.

Terutama sekolah swasta, yang selama ini luput dari pengawasan dan pemantauan Tim Satgas Covid-19.

"Tentu ini sangat memilukan, hampir setengah dari jumlah murid di SMPIT Abdurab (total 340) ini positif. Kenapa kok bisa lolos dari pengawasan," tegas H Ervan kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (28/11/2021).

DPRD Pekanbaru mengharapkan, ini menjadi kasus yang terakhir terjadi di sekolah. Jangan ada lagi sekolah-sekolah lain yang terpapar, apalagi dalam jumlah banyak.

Pihaknya tidak bosan-bosan mengingatkan, bahwa pihak sekolah jangan menganggap enteng penerapan prokes.

Yang lebih penting lagi sebenarnya, memastikan kesehatan siswa-siswinya.

Jangan sampai membiarkan ada siswa atau siswi yang sakit, tapi dibiarkan masuk sekolah.

Ini lah pentingnya peran semua pihak. Terutama para orangtua siswa, termasuk para guru di sekolah.

"Jadi, jangan formalitas saja prokes itu. Tapi benar-benar dimulai dari hal yang paling kecil. Bahkan flu saja, anak jangan masuk sekolah," sebutnya.

Ke depan, Politisi Partai Gerindra ini meminta, agar Disdik bersama Tim Satgas Covid-19, harus benar-benar melakukan pengawasan intensif. Jangan hanya datang ke sekolah, tapi hanya melihat sekolah sampai pagar saja.

"Ini yang kita maksud pengawasan serius itu. Kasihan kan jika nanti banyak sekolah yang ditutup karena kasus meningkat. Kami minta ini jangan sampai terjadi. Caranya, tim harus benar-benar turun, pihak sekolah lakukan prokes ketat, serta orangtua memastikan anaknya sehat baru masuk ke sekolah," pintanya berharap. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).  
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved