Rabu, 29 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Liga Italia

Bikin Miris, Juventus Sudah Lupa Cara Bermain Bola, Ini Penyebabnya?

Juventus tak lagi klub yang menakutkan. Tim kecil malah memandang optimis bisa menghancurkan Bianconeri. Ada apa?

Tayang:
Penulis: Budi Rahmat | Editor: Budi Rahmat
Marco BERTORELLO / AFP
Pemain depan Hellas Verona Argentina Giovanni Simeone (kanan) merayakan di samping pemain depan Juventus Spanyol Alvaro Morata setelah mencetak gol selama pertandingan sepak bola Serie A Italia antara Hellas Verona dan Juventus pada 30 Oktober 2021 di stadion Bentegodi di Verona. 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Nasib Juventus usai dikalahkan Atalanta dalam lanjutan pertandingan Liga Italia, Minggu (28/11/2021).

Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Atalanta.

Tentu hasil yang sangat buruk bagi Juventus yang sedang berusaha untuk kembali ke jalur kemenangan.

Baca juga: Hasil Akhir dan Klasemen Liga Italia usai Atalanta Sukses Kalahkan Juventus, Bianconeri Terpuruk

Sepertinya era kejayaan Juventus mulai habis seiring dengan progres Liga Italia.

Tim lainnya terus melakukan pembenahan dengan menyesuaikan kebutuhan saat ini.

Semu lini menjadi target untuk dibenahi agar semakin solid dan mampu bersaing.

Kenyataan tersebut jelas terlihat dari beberapa pertandingan yang dilakoni Juventus.

Juventus kerap dikalahkan oleh tim-tim yang sejatinya di atas kertas bisa mereka singkirkan.

Namun, kesolidan dan motivasi bermain mematahkan segalanya.

Juventus kerap dibikin kecewa oleh tim-tim tersebut.

Sakit hatinya lagi, kekalahan itu hanya dengan satu gol saja.

Seolah-olah Juventus tidak bisa membalas satu gol saja ke gawang lawannya.

Kekuatan Juventus dua musim di Liga Italia memang terus tergerus.

Juventus sudah kehilangan jati diri dan sulit untuk bangkit.

Baca juga: Terbaru, Skor dan Klasemen Liga Italia usai Juventus Dihajar Atalanta, Bianconeri Kian Terpuruk

Apalagi jika mereka sudah sempat dikalahkan, maka pada pertandingan berikutnya sulit untuk memotivasi lagi.

Terbaru ini, mereka dikalahkan Atalanta di Allianz Stadium. Juventus menjamu Atalanta usai mereka dihancurkan Chelsea di Liga Champions.

Benar saja, Juventus seperti tim yang baru tahu bagaimana bermain bola.

Kini tengah kacau, yang membuat permainan mereka jadi tak jelas.

Pemain lawan dengan mudah mendikte arah bola dan bisa memotong serangan yang dilakukan Juventus.

Ada apa dengan Juventus?

Saat Massimiliano Allegri kembali mengambil tongkat estafet pelatih dari Andrea Pirlo, seolah ada harapan Juventus akan kembali berjaya.

Sebab, masa Pirlo, titel juara Liga Italia yang kesepuluh kalinya sirna setelah disalip oleh Inter Milan.

Padahal Juventus berharap akan ada pesta Scudetto ke 10 di Allianz Stadium.

Harapan itulah yang tak bisa diwujudkan Pirlo. Manajemen kemudian mengambil keputusan untuk menyudahi kerjasama dengan pria asal Italia tersebut.

Lepas dari Pirlo, Juventus kemudian kembali dikendalikan oleh Allegri.

Baca juga: Gawat, Nasib Pertandingan Juventus vs Atalanta usai Kantor Bianconeri Digeledah Aparat Berwenang

Sosok yang pernah berjaya bersama Juventus dalam beberapa periode.

Namun, ia melepaskannya pada tahun 2019 sebelum akhirnya dilanjutkan Pirlo.

Kini, Allegri kembali ke Allianz Stadium. Besar harapan ia akan membawa Juventus kembali berjaya.

Namun, kenyataan yang dilihat kini Juventus malah keteteran. Sulit bersaing dan sangat mudah dikalahkan.

Tim kecil di Liga Italia sekarang memasang optimis bisa menghancurkan Bianconeri.

Persoalan Juventus sepetinya dan pada motivasi bertanding dan tidak solidnya lini tengah.

Pemain Juventus seperti kehilangan kepercayaan diri.

Mereka sering kalah dan di lini tengah dan pada akhirnya menghancurkan mereka sendiri.

Baca juga: Juventus vs Atalanta, Kondisi Bianconei Mengkhawatirkan, Tugas Berat Allegri Benahi Lini Tengah

Benahi Sektor Tengah

Jika ingin berjaya kembali, Juventus harus segera melakukan pembenahan.

Salah satunya dengan merombak lini tengah. Sebab, kenyataan yang terlihat, Rabiot, Bentacur, Cuadrado, Ramsey, Chiesa semakin sulit bersaing dengan pemain lawan.

Koordinasi yang tidak apik menjadikan bola sering liar dan lepas ke kaki lawan.

Dari lini tengah inilah pemain lawan dengan mudah menusuk ke pertahanan untuk selanjutnya menghancurkan Juventus.

Jadi lini tengah harus menjadi perhatian serius. Sebab, akan menjadi penyokong untuk lini belakang yang sudah sedikit solid.

Meski demikian, perbaikan secara keseluruhan tentu juga mesti dilakukan.

Periode Januari 2022 harus menjadi peluang bagi Juventus untuk bisa bangkit.

Jika mereka masih saja mendapatkan kekalahan demi kekalahan, maka untuk gelar juara hanya mimpi saja bagi Juventus.

Beberapa pemain harus menjadi target incaran guna memperkuat setiap ini di Juventus.

Banyak pemain yang bisa jadi target untuk direkrut.

Pemain yang benar-benar bisa memberikan kekuatan baru bagi Juventus di musim kedua mulai Januari 2022.(*)

(Tribunpekanbaru.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved