Breaking News:

Cepat Umumkan Covid varian Omicron, Afrika Selatan Dipuji Amerika: Sindir China?

Menteri Luar Negeri Antony Blinken saat berbicara dengan Menter Hubungan Internasional dan Kerja Sama Afrika Selatan, Naledi Pandor.

Manuel Balce Ceneta / KOLAM RENANG / AFP
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dalam sebuah kesempatan di Departemen Luar Negeri di Washington, DC, 12 Juli 2021. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Afrika Selatan mengumumkan temuannya tentang Covid-19 varian Omicron.

Pengumuman itu disampaikan pada Sabtu (27/11/2021).

Gerak cepat negara Afrika Selatan ini mendapat pujian dari Amerika Serikat (AS).

Kantor berita AFP mewartakan, pujian AS kepada Afsel itu sekaligus menjadi sindiran ke China.

Pujian AS dilontarkan oleh Menteri Luar Negeri Antony Blinken saat berbicara dengan Menter Hubungan Internasional dan Kerja Sama Afrika Selatan, Naledi Pandor.

Mereka membahas kerja sama dalam memvaksinasi orang-orang di Afrika terhadap Covid-19, kata Kementerian Luar Negeri AS.

"Menteri Blinken secara khusus memuji para ilmuwan Afrika Selatan atas identifikasi cepat varian Omicron, dan Pemerintah Afrika Selatan atas transparansinya dalam membagikan informasi ini, yang seharusnya menjadi model bagi dunia," kata pernyataan itu.

Sejak Donald Trump lalu sekarang Joe Biden, Amerika Serikat berulang kali mengkritik China karena tidak mengungkapkan asal-usul virus corona, yang pertama kali terdeteksi pada Desember 2019 di kota Wuhan sebelum menyebar ke seluruh dunia.

Covid-19 hingga 28 November 2021 telah merenggut hampir 5,2 juta nyawa.

Pada Agustus tahun ini intel AS merilis laporan yang mengatakan, tidak bisa menarik kesimpulan kuat tentang asal-usul virus corona - baik di hewan atau laboratorium penelitian - karena China tidak membantu penyelidikan AS.

AS juga menuduh Beijing terlalu lama membagikan informasi penting tentang wabah tersebut, dengan mengatakan bahwa penanganan yang lebih transparan dapat membantu menghentikan penyebaran virus corona.

Pandemi Covid-19 adalah salah satu dari banyak sumber ketegangan terbaru AS-China, selain perdagangan, hak asasi manusia, masalah Taiwan, hingga hal-hal lainnya.

( Tribunpekanbaru.com / Kompas )

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved