Breaking News:

Berita Siak

Wabup Siak Hadir pada Festival Kabupaten Lestari ke 4 di Gorontalo dan Bone Bolango

Wabup Siak hadiri festival Kabupaten Lestari (FKL) ke 4 yang dilaksanakan di Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Istimewa
Wakil Bupati Siak Husni Merza ikut membuka FKL ke 4 yang dilaksanakan di Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango resmi dibuka, Sabtu (27/11/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Festival Kabupaten Lestari (FKL) ke 4 yang dilaksanakan di Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango resmi dibuka, yang ditandai dengan pemukulan hadroh oleh Bupati Gorontalo, Bupati Bone Bolango dan Wakil Bupati Siak Husni Merza.

Pemerintah Kabupaten Siak mengucapkan selamat dan sukses atas pelaksanaan FKL ke 4 di Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango, yang dilaksanakan pada tanggal 23-28 November 2021. Kegiatan tersebut bertajuk “Merangkai Kembali Identitas Lestari".

"Kami atas nama pemerintah kabupaten Siak mengucapkan selamat dan sukses kepada Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango sebagai tuan rumah Festival Kabupaten Lestari keempat. Semoga kegiatan ini berjalan lancar hingga selesai,"ujar Wakil Bupati Siak Husni Merza, Sabtu (27/11/2021).

Ia menjelaskan FKL telah sukses diselenggarakan sebanyak tiga kali, yaitu pada 2018 FKL di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan; pada 2019 di Kabupaten Siak, Riau; dan pada 2020 di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Kontribusi kabupaten Siak sebagai anggota Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) salah satunya kebijakan Siak Hijau dalam rangka pembangunan berkelanjutan.

Dasar pemikiran Siak Hijau adalah respon di saat kondisi pada peristiwa kebakaran hutan pada 2015 lalu.

"Musibah kebakaran hutan dan lahan saat itu, memiliki dampak buruk terhadap ekosistem lingkungan serta berpengaruh terhadap aktifitas masyarakat, karena yang dihasilkan dari kebakaran hutan dan lahan itu munculnya kabut asap,"kata dia.

Ini juga sudah dijalankan dengan memuat program Siak Hijau di RPJMD kabupaten Siak dengan memenuhi indikator pembangunan daerah.

Di dalam RPJMD tersebut Siak Hijau sudah dituangkan sebagai satu komitmen pemerintah daerah dan stakeholder untuk melestarikan secara kebelanjutan sumber daya alam, pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

"Siak Hijau juga sudah dituangkan ke dalam Peraturan Bupati tahun 2021 ini dan ditingkatkan menjadi Perda. Siak Hijau pengelolaanya tentu berdasarkan pelestarian dan keberlanjutan termasuk juga upaya meningkatkan ekonomi masyarakat, PAD bagi daerah. Melalui pola pemanfaatan SDA, melalui perlindungan dan hilirisasi dan intensifikasi juga sudah ditetapkan peta jalan Siak Hijau ada zonasi konservasi, kehutanan dan perkebunan dan Industri termasuk zonasi pertanian dan pemukiman," terangnnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved