Breaking News:

Pembunuh Berantai di Oku Jalani Tes Kejiwaan: Habisi 5 Nyawa dalam Sehari

Sedangkan koban lainnya atas nama Ikrom bin Makmur (48) juga masih ada hubungan famili dengan empat korban lainnya.

Sripoku.com/Leni Juwita
Otori Effendi alias Sueb (25), pelaku pembunuhan 5 warga desa Desa Bunglai Kecamatan Peninjauan OKU saat akan dibawa ke Palembang, Sabtu (27/11/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Jajaran Polres OKU belum menerima hasil observasi tes kejiwaan tersangka pembantai Satu Keluarga di Desa Bunglai Kecamatan KPR (Kedaton Peninjauan Raya) Kabupaten Ogan Komeirng Ulu Propinsi Sumatera Selatan.

“Hari ini masih dilaksanakan observasi oleh dokter Kejiwaan di RSJ Ernaldi Bahar. Hingga saat ini belum ada keputusan mengenai kondisi kejiawaan yang bersangkutan,” kata Kapolres OKU AKBP Danu Agus Purmomo SIK.

Observasi tes kejiwaan terhadap Otori Effendi alias Sueb  (25) dilakukan untuk  mengetahui apakah pelaku pembunuh terhadap 5 korban secara beruntun dalam satu hari itu mengalami gangguan kejiwaan atau tidak.

Dikesempatan itu Kapolres mengatakan, hingga saat ini situasi terpantau kondusif, namun pihaknya tetap mensiagakan petugas  yang di backup dari Polsek tetangga Polsek Sinar Peninjauan , resmob juga masih disiagakan  serta dibantu dari aparat keamanan  TNI dilokasi.

Kasus pembunuhan beruntun yang menimpa satu keluarga , korban empat orang masing-masing Sari binti Sarifuin (45),  Erni binti Sarifudin (35),  Hendri Jaya bin  Sarifudin ( 33) dan Endang bin Munzakir  (suami Ermi).

Sedangkan koban lainnya atas nama Ikrom bin Makmur (48) juga masih ada hubungan famili dengan empat korban lainnya.

Tragedi pembunuhan yang menewaskan lima orang dalam waktu hampir bersamaan oleh satu pelaku yang terjadi di Dusun I Desa Bunglai Kecamatan KPR (Kedaton Peninjauan Raya) ini menjadi trandding tofik dan tersebar luas baik melalui medsos maupun berita dair mulut kemulut.

Masyarakat OKU sebagian besar mengutuk pembunuhan sadis yang dilakukan bujangan berusia 25 tahun terhadap 5 korban, banyak yang mengharapkan agar pelaku tetap dihukum setimpal dnegan tingkat kesalahannya.

“Sadis igo perbuatannya, harus dihukum,” kata salah seorang warga Pasar Baru yang mengaku jadi parno pasca pristiwa tragedi berdarah di Desa Bunglai.

Warga juga menyalahkan pihak keluarga yang tidak cepat tanggap, kenapa tidak dimasukan ke rumah sakit jiwa kalau memang ada gejala gangguan jiwa.  

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved