Breaking News:

Berita Pekanbaru

Ponakan Pengangguran Tega Aniaya Paman Hingga Tewas, Sakit Hati karena Diomeli Korban

AKP I Komang Aswataman mengatakan, pelaku nekat membunuh pamannya setelah tinggal selama selama 10 tahun di rumah korban.

Editor: CandraDani
KOMPAS.COM/IDON
Polsek Tampan menggelar konferensi pers penangkapan seorang pria yang membunuh pamannya di Kecamatan Bina Widya, Kota Pekanbaru, Riau, Senin (29/11/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Seorang pria di Riau berinisial AS (37) nekat menganiaya pamannya berinisial A (63) hingga tewas.

Peristiwa itu terjadi di toko pertanian hidroponik milik korban, yang juga tempat tinggal pelaku di Jalan Melati Indah, Kecamatan Bina Widya, Kota Pekanbaru, Riau.

Kapolsek Tampan AKP I Komang Aswataman mengatakan, pelaku dan korban ini memang memiliki hubungan keluarga, yaitu paman dan keponakan.

Pelaku menumpang dengan tinggal di rumah korban sudah 10 tahun, dan selama itu menjadi pengangguran.

"Pelaku melakukan pembunuhan karena merasa sakit hati dengan ucapan pamannya. Pelaku merasa sakit hati karena korban sering merendahkannya, seperti mengusir dari rumah, serta dianggap sebagai orang gila," ujar Komang kepada wartawan saat konferensi pers, Senin (29/11/2021).

Karena sudah sakit hati, lanjut dia, pelaku merencanakan aksinya untuk melakukan pembunuhan terhadap pamannya itu.

Aksi pembunuhan itu kemudian dilakukan AS pada Minggu (21/11/2021) siang.

Pelaku awalnya menonton televisi di toko korban di lantai dua.

Tak lama setelah itu, korban datang dan masuk ke dalam ruko.

Korban, kata Komang, naik ke lantai dua ruko mengambil ponsel istrinya untuk diperbaiki keluar.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved