Breaking News:

Berita Riau

Wagubri Tegur PPK Proyek Jembatan di Siak yang Dibiayai APBD Riau, Ada Apa?

Proyek jembatan di Siak yang dibiayai APBD Siak Siak mendapat sorotan dari Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution.

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Ariestia
TRIBUNPEKANBARU/SYAIFUL MISGIO
Proyek jembatan di Siak yang dibiayai APBD Siak Siak mendapat sorotan dari Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution. FOTO: Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Proyek jembatan di Siak yang dibiayai APBD Siak Siak mendapat sorotan dari Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution.

Sebab hingga akhir tahun ini pogres pembangunan proyek yang dibiayani dari APBD Riau itu masih berjalan 53 persen.

Wagubri mengatakan, jika ia tidak yakin pembangun jembatan tersebut selesai sesuai waktu yang telah ditetapkan, yakni pada 24 Desember 2021.

"Saya minta PPK bertanggung jawab dengan [kegiatan] ini. Jika memang tidak yakin bilang tidak yakin karena saya tidak mau ini hanya omongan saja," katanya saat melakukan Sidak sejumlah proyek pembangunan insfrastruktur di Siak, Senin (29/11/2021).

Bedasarkan laporan yang diterima Wagubri, pihak kontraktor berjanji akan menuntaskan pekerjaan pembangunan tersebut tepat waktu.

Namun Wagubri tidak ingin hanya sekedar janji saja, ia ingin pembangunan jembatan tersebut bisa tuntas akhir tahun ini juga.

"Itu sah-sah saja, namun saya tidak mau seperti itu dan harus ada pembuktian ke depan. Karena, peninjauan ini bukan kali ini tapi akan dilanjutkan lagi sebelum batas waktu kontrak tuntas. Untuk itu saya minta PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) maupun kontraktor buat laporan setiap minggu terkait perkembangan kerja. Dan ini akan menjadi catatan bagi saya maupun inspektorat," katanya.

Selain itu, Wagubri juga mengatakan, jika mengacu aturan yang ada, maka bagi kontraktor yang tidak bisa menuntaskan pekerjaan sampai batas waktu yang ditetapkan akan dikenakan sanksinya.

Termasuk setelah adanya penambahan waktu kerja 50 hari kerja.

"Dan saat kita dengar dari PPK sendiri tidak meyakini Pembangunan Jembatan Batas Siak - Perawang ini tuntas tepat waktu. Untuk itu saya minta tegas jika ada penambahan waktu harus sesuai dengan aturan dan tidak mengada-ada," tegas Wagubri.

Tidak hanya PPK pembangunan Pembangunan Jembatan Batas Siak - Perawang, Wagubri juga menegur PPK pembangunan beberapa Gedung SMK di Siak, seperti SMK Negri 01 Koto Gasib Kabupaten Siak, Labor Fisika SMK 1 Sabah Auh, dan Labor Komputer SMK 1 Sabah Auh yang telah sudah habis masa kontrak. Sehingga Wagubri juga minta PPK putus kontrak dan black list kontraktornya.

"Ini juga akan saya sampaikan kepada bapak Gubernur Riau, karena ini juga terkait pendidikan yang sebelumnya terus digesa guna mewujudkan pendidikan Riau ldbih baik dan berkualitas," ujar Wagubri.

Intinya kata Wagubri, untuk peninjauan pembangunan di Siak ini belum ada yang maksimal dan masih masih dibawa target. Dengan adanya peninjauan ini Wagubri mengingatkan agar bisa jadi perbaikan bagi kontraktor.

"Ini sekaligus menjadi catatan bagi kita untuk evaluasi pembangunan kedepan," katanya.

Sementara, PPK Pembangunan Jembatan Batas Siak-Perawang PUPR Riau, Arief mengakui tidak yakin pembangunan selesai tepat waktu sesuai kontrak.

Namun, ia meyakini jika ada penambahan waktu 50 hari kerja. Hanya saja untuk penambahan waktu 50 itu ia akan mengkaji kembali sesuai aturan.

"Kalau tepat waktu kita tidak yakin, tapi kalau ditambah 50 hari kerja bisa tuntas. Namun, untuk penambahan waktu kerja itu kita akan kaji lagi," katanya dihadapan Wagubri.

Sementara PPK pembangunan gedung SMK Disdik Riau, Geri Taufik mengatakan, jika untuk kontraktor yang sudah habis kontrak sudah diberikan teguran dan denda.

Sedangkan untuk yang masih jalan akan terus dilakukan pengawasan sampai tuntas waktu pengerjaan.

"Jika memang tidak tuntas kita akan lakukan pemutusan kontrak sesuai aturan," katanya. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgio)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved