Breaking News:

Berita Pelalawan

Perdana Dalam Sejarah, Kejari Pelalawan Tuntut Mati, Ternyata Terdakwa Sudah 2 Kali Dituntut Mati

Ini merupakan perdana bagi Kejari Pelalawan menuntut hukuman mati, sedangkan terdakwanya sudah dua kali dituntut mati

Penulis: johanes | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU/JOHANNES TANJUNG
JPU Kejari Pelalawan Riki Saputra yang membacakan tuntutan pidana mati bagi terdakwa Apriadi. Ternyata Apriadi sudah 2 kali dituntut hukuman mati dalam kasus narkoba. Tuntutan pidana mati ini perdana bagi Kejari Pelalawan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Kejari Pelalawan Riau membacakan tuntutan mati terhadap terdakwa narkoba. Ini merupakan perdana bagi Kejari Pelalawan menuntut hukuman mati, sedangkan terdakwanya sudah dua kali dituntut mati.

Tuntutan itu dibacakan oleh JPU Kejari Pelalawan terhadap empat terdakwa penyeludupan narkotika jenis sabu-sabu sebesar 5 Kilogram di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan, Selasa (30/11/2021).

Satu terdakwa atas nama Apriadi dituntut dengan hukuman pidana mati, sedangkan tiga terdakwa lainnya dituntut hukuman penjara 16 tahun.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pelalawan Riki Saputra membacakan tuntutan terhadap Apriadi di depan majelis hakim, penasihat hukum terdakwa, dan para terdakwa yang mengikuti persidangan secara virtual dari Rutan Kota Pekanbaru.

Setelah persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan selesai, JPU Riki Saputra menerangkan pertimbangan pihaknya dalam menuntut pidana mati terhadap Apriadi.

Pertimbangan pertama lantaran ia mengendalikan penyeludupan narkotika yang dilakukan ketiga terdakwa lainnya.

Padahal keberadaan Apriadi sedang menjalani hukuman di Rutan Kabupaten Bengkalis atas kasus serupa.

Bahkan ia diduga terlibat dalam jaringan narkoba internasional yang bertransaksi secara rapi dan terorganisir.

"Terdakwa Apriadi sebenarnya sudah dua kali dituntut hukuman pidana mati dalam kasus narkoba. Pertama kasusnya di Bengkalis dan kedua kasus yang ini," beber Riki Saputra kepada Tribunpekanbaru.com, Selasa (30/11/2021).

Pada kasus pertama, jaksa menuntut Apriadi pidana mati, saat pembacaan vonis majelis hakim menjatuhkan hukuman penjara selama seumur hidup.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved