Breaking News:

Berita Pelalawan

Polres Pelalawan Amankan 7 Kubik Kayu Tanpa Dokumen, Sopir dan Mobil Ditangkap

Satreskrim Polres Pelalawan mengamankan 7 Kubik kayu olahan yang diduga hasil dari Ilegal Logging lantaran tidak memiliki dokumen.

Penulis: johanes | Editor: Ariestia
Istimewa
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelalawan mengamankan 7 Kubik kayu olahan yang diduga hasil dari Ilegal Logging (Ilog) lantaran tidak memiliki dokumen yang lengkap pada Senin (29/11/2021) lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelalawan mengamankan 7 Kubik kayu olahan yang diduga hasil dari Ilegal Logging (Ilog) lantaran tidak memiliki dokumen yang lengkap pada Senin (29/11/2021) lalu.

Selain menangkap kayu hasil perambahan hutan secara ilegal itu, polisi juga meringkus sopir dan mobil dump tuk yang membawa kayu jenis papan tersebut.

Kayu tersebut diamankan di Jalan Lintas Bono (Jalisbon) Desa Balam Merah Kecamatan Bunut, Pelalawan sekitar pukul 00.10 WIB.

Pelaku berinisial AD (61) tercatat sebagai warga Suka Mulya Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar.

"Sopir telah ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan kayu dan mobil sudah diamankan sebagai barang bukti di Mapolres," ungkap Kasubbag Humas Polres Pelalawan, Iptu Edy Harianto kepada tribunpekanbaru.com, Selasa (30/11/2021).

Penangkapan AD beserta 7 Kubik kayu yang diangkutnya dengan mobil truk, berawal dari patroli yang dilakukan tim Opsnal Satreskrim Polres Pelalawan di sepanjang Jalan Lintas Timur (Jalintim) dan Jalisbon.

Setibanya di Desa Balam Merah Kecamatan Bunut, polisi melihat truk dengan Nomor Polisi (Nopol) BM 9980 FA melintas diduga membawa kayu ilegal.

Lantas petugas menghentikan truk tersebut di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan sang sopir berinisial AD diminta turun. Saat diperiksa ternyata benar ada tujuh kubik kayu olahan di bak belakang.

Ketika dimintai dokumen terkait kayu jenis papan itu, sang sopir tak dapat menunjukannya.

Alhasil pelaku dan semua barang bukti diamankan petugas dan digiring Mapolres Pelalawan tanpa perlawanan.

"Menurut pengakuan pelaku kayu tersebut berasal dari Kecamatan Teluk Meranti dan akan dibawa ke Sorek.

Pelaku dijerat dengan Pasal 83 ayat (1) huruf b Jo pasal 12 huruf e Undang-undang Republik Indonesia nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Diduga kayu tersebut hasil perambahan hutan di daerah Teluk Meranti yang selama ini dilakukan oleh oknum-oknum yang merusak hutan dan mencari keuntungan. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved