Breaking News:

Berita Pelalawan

Besaran UMK Pelalawan 2022 Kembali Turun dari Hasil Rapat DPK Sebelumnya, Ini Sebabnya

Besaran UMK Pelalawan 2022 kembali turun dari hasil rapat DPK sebelumnya. Terkait surat yang sudah ditandatangani Gubernur Riau.

Penulis: johanes | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Johannes Tanjung
Besaran UMK Pelalawan 2022 kembali turun dari hasil rapat DPK sebelumnya. Terkait surat yang sudah ditandatangani Gubernur Riau. FOTO: Massa dari FSPMI mendatangi kantor Bupati Pelalawan untuk berunjuk rasa meminta kenaikan UMK tahun 2022 pada pekan lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Besaran UMK Pelalawan 2022 kembali turun dari hasil rapat DPK sebelumnya. Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar telah menandatangani Surat Keputusan (SK) tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota atau UMK tahun 2022 pada Selasa (30/11/2021) lalu.

Besaran UMK tahun depan di setiap daerah telah ditetapkan dan tidak ada lagi perubahan. Hal ini menjadi dasar pemberian upah minimum bagi seluruh perusahaan kepada pekerjanya. Tentu telah sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku saat ini.

Ada perubahan besaran UMK Pelalawan tahun 2022 antara hasil rapat Dewan Pengupahan Kabupaten (DPK) pekan lalu dengan SK Gubri yang diterbitkan. Angkanya kembali menurun pada SK gubernur dan tidak sesuai dengan hasil kesepakatan yang ditetapkan oleh DPK.

"Hasil kesepakatan rapat DPK yang ditetapkan kemarin ditolak provinsi. Dikembalikan sesuai formulasi pada PP nomor 36 tahun 2021 tentang pengupahan," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pelalawan, Abdurrahman, melalui Kepala Bidang Industrial Iskandar, kepada tribunpekanbaru.com, Rabu (1/12/2021).

Iskandar menjelaskan, pada hasil rapat DPK pekan lalu disepakati UMK 2022 sebesar Rp 3.062.383,89,- atau naik sekitar 2 persen dari UMK tahun sebelumnya sebesar Rp 3.002.383,89,-.

Setelah rekomendasi UMK itu disampaikan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau ternyata ditolak, karena tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 36 tahun 2021 tentang pengupahan.

Pada aturan terbaru itu, kenaikan UMK diharuskan tidak lebih dari 1 persen atau 0,9 persen. Alhasil UMK 2022 Pelalawan kembali turun setelah disesuaikan dengan formulasi pada PP tersebut.

Pada SK Gubri yang diteken kemarin, tertulis UMK Pelalawan sebesar Rp 3.030.598,54,- atau naik sebesar Rp 28 ribu lebih dari UMK tahun lalu. Mengalami penurunan sekitar Rp 32 ribu dibanding hasil rapat DPK Pelalawan pekan lalu.

"UMK yang ditetapkan provinsi ini akan berlaku sejak 1 Januari 2022 mendatang. Semua pihak harus mematuhinya," tandas Iskandar.

Setelah mendapatkan SK penetapan UMK ini, pihaknya akan kembali melakukan sosialisasi kepada seluruh perusahaan dan serikat pekerja.

Agar dijadikan sebagai dasar pemberian upah pada tahun 2022 mendatang.

Dengan diterbitkannya SK ini, sekaligus menjawab permintaan serikat pekerja di Pelalawan yang sebelumnya meminta agar UMK Pelalawan kembali direvisi dan dinaikan dari hasil kesepakatan DPK.

Karena kenaikannya dinilai terlalu kecil dan tidak layak lagi jika merujuk pada kebutuhan hidup para buruh.

Hal itu disampaikan oleh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) yang berunjuk rasa ke kantor Bupati Pelalawan pada pekan lalu. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved