Breaking News:

Menteri Perdagangan RI Lepas Produk Viscose Rayon PT APR ke Pasar Global dan Domestik

Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia, Muhammad Lutfi secara resmi melepas produk serat viscose rayon produksi PT Asia Pacific Rayon (APR)

Penulis: Dodi Vladimir | Editor: Ilham Yafiz
TRIBUNPEKANBARU.COM / DODI VLADIMIR
Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia, Muhammad Lutfi didampingi Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution, Bupati Pelalawan, Zukri Misran dan RGE Managing Director, Anderson Tanoto saat Pelepasan Kontainer Ekspor Viscose Rayon PT Asia Pacific Rayon ke Pasar Global, Rabu (30/11/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia, Muhammad Lutfi secara resmi melepas produk serat viscose rayon produksi PT Asia Pacific Rayon (APR) ke pasar global dan domestik, Rabu (1/12/2021) di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Pengiriman ekspor produk serat viscose rayon ini ditandai dengan pelepasan sejumlah truk kontainer oleh Mendag didampingi Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution, Bupati Pelalawan, Zukri Misran, RGE Managing Director, Anderson Tanoto, COO APRIL, Eduward Ginting dan Direktur APR, Basrie Kamba.

Adapun jumlah penjualan produk serat viscose rayon hingga akhir Oktober 2021 mencapai 111,01 kilo ton untuk pasar ekspor dan 77,51 kilo ton untuk pasar domestik.

Selain itu, Mendag juga melepas ekspor kertas PaperOneTM, produksi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), yang telah dijual ke lebih dari 75 negara dengan total ekspor mencapai lebih dari 755.000 ton.

Lutfi mengapresiasi keberadaan APR yang diibaratkan sebagai Permata dari Indonesia yang harus dijaga sehingga mampu menjadi perusahaan yang berkelanjutan dan berkompetisi di masa depan tidak hanya menjadi pemain regional, akan tetapi juga menjadi pemain di pasar global.

“Jadi selamat kepada APR yang tidak hanya menjual produksinya di dalam negeri tetapi juga mancanegara, inilah yang kita cita-citakan dan Kementerian Perdagangan akan menjaga situasi perdagangan yang baik untuk bisa menjadi penetrasi ke pasar dunia dan di dalam negeri kita juga harus menjaga kesinambungan produk Indonesia,” ujar Mendag.

Mendag juga mengungkapkan situasi perdagangan dunia yang sedang carut-marut dan kehilangan kepercayaan satu sama lain antar negara.

Sejumlah negara Eropa juga telah mengeluarkan undang-undang bagi negara yang diperbolehkan mengekspor produk ke negara mereka harus mendapatkan uji tuntas bahwa produk tersebut berasal dari hutan yang berkelanjutan.

“Untuk itu saya hadir di APR ini karena saya yakin Indonesia bisa dan bertanggung jawab bukan hanya kepada barang Indonesia akan tetapi juga kepada hutan yang menjadi pijakan hidup bangsa Indonesia di masa sekarang dan akan datang,” tambahnya.

APR menghasilkan produk bernilai tambah tinggi seperti serat viscose rayon atau Viscose Staple Fiber (VSF), serat buatan biodegradable dari serat kayu yang memiliki karakteristik mirip dengan kapas. VSF menjadi bahan baku untuk membuat benang, kemudian dijadikan pakaian, garmen dan perlengkapan rumah tangga.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved