Kamis, 23 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berita Seleb

Nomor WA Aura Kasih Diminta Pria Muda, Bukan Orang Sembarangan, Siapa Dia?

Nomor WhatsApp atau WA artis cantik yang kini jadi Janda Muda , Aura Kasih diminta pria muda, bukan orang sembarangan, siapa dia?

Penulis: pitos punjadi | Editor: Nolpitos Hendri
Instagram/@aurakasih
Aura Kasih 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Nomor WhatsApp atau WA artis cantik yang kini jadi Janda Muda , Aura Kasih diminta pria muda, Bukan Orang Sembarangan , siapa dia?

Permintaan nomor WA Aura Kasih itu disampaikan pria muda itu pada kolom komentar video Aura Kasih .

Niat pria muda itu meminta nomor WA Aura Kasih untuk silaturrahmi, siapa pria itu?

Pastinya penasaran siapa pria yang berani terang-terangan minta nomor WA Aura Kasih itu.

Melihat dari profil Instagram pria itu, namanya adalah Eko Wibowo

Akun Instagram Eko Wibowo sudah memiliki 1.620 followers dengan 334 postingan.

Postingan pada akun Instagram Eko Wibowo ada terkait dengan Gubernur Riau Syamsuar .

Ada juga foto Eko Wibowo bersama dengan Gubernur Riau Syamsuar .

Selain itu, ada foto ucapan selamat hari Guru.

Ada pula foto baliho Eko Wibowo yang tagline Toko Muda Pendidikan Riau .

Banyak lagi foto lainnya terkait dirinya, bahkan ada foto ucapan selamat ulang tahun untuk Ganjar Pranowo .

Mau tau siapa dia, klik SINI untuk melihat akun instagramnya dan sosoknya di bawah artikel ini.

Sementara itu, Aura Kasih pada video yang dikomentari Eko Wibowo minta nomor WA Aura Kasih itu, terlihat sedang makan pizza dan donat serta minuman sehat.

Pada caption video itu, Aura Kasih menulis :

"Buat aku yg hobi makan," tulis Aura Kasih .

Video Aura Kasih makan pizza dan donat itu sudah ditonton 198 ribu kali dan dikomentari 222 netizen.

Satu di antara netizen yang berkomentar itu adalah Eko Wibowo .

Berikut komentar netizen lainnya :

@asyouwish95: Sudahlah kalian yg nonton fokusnya ke mana

@eko_pras93: Pasti minumanya gk di minum dan tteh ganti gelasnya

@palazzomlm: tu sei quella de lescarpe chi mi ha frigatto laltra volta furba

@jhons_hans: Pngen nyusu

@danisevent7: Ya Allah semoga ini jodohku

@si__nunu16: Mau dong kaka

@fachrurozi431: Jadi g fokus

@momarcell_: Tutug oncom

@rhmt.hidayath: Ternyata aura kasih bs gemoy juga

@mamifood_baik: Membakar semangat.

@dittaa.nadf: Cantikbgtsiiii masyaAllah

@azkabudiman90451: Bagi dong well

@aldypateda_: cantik banget ka

@lexacendana: Mau dong masakan neng geulieesss

@ekowi_dpdri2024: Aura kasih, minta no.wa nya, biar kita bisa silaturahmi

@sudarmadi87: ajak dong mkn nya

@cucuklumajang: Cantik Besek nyaaa

@kesayangankaumhawa: Tambah gemoy aja

@wiznu.andika: Wow cantik banget

@lamhot_s.sos: mamam yang banyak ya @aurakasih

@iditjose91: @aurakasih pujan lelaki, kalau saya orang sukses dinikahin teh

@demit8921: kok bela ndak di ajak

Tonton videonya di SINI

Sosok Eko Wibowo Tokoh Muda Pendidikan Riau

Eko Wibowo,S.Pd.I merupakan salah satu tokoh muda Riau yang aktif di dunia pendidikan.

Selain menjalankan profesinya sebagai seorang guru honor di SMK Negri 2 Pekanbaru, Eko Wibowo (Ekowi) juga aktif di sejumlah organisasi.

Satu diantaranya, Eko Wibowo dipercaya menjadi Wakil Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Riau priode 2019-2024.

Ia merupakan anak dari pasangan KH.Mulyono (Alm) dan ibu Dahliar.

Lahir dari keluarga yang sederhana membuat Eko Wibowo tak mudah untuk bisa mengenyam pendidikan seperti teman-temanya. Ayahnya hanyalah seorang karyawan swasta dan ibunya seorang penjual gorengan.

"Tapi Alhamdullilah pelan-pelan saya bisa menyelesaikan pendidikan sampai Sarjana," jelas Eko Wibowo saat berbincang dengan tribunpekanbaruwiki.com, Jumat lalu (5/3/2021) di ruang kerjanya.

dengan kondisi yang serba kekurangan membuat Ekowi tumbuh sebagai peribadi yang mandiri sejak kecil.

Setelah menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar di SD Negri 013 Wonorejo Pekanbaru tahun 1994, Eko Wibowo melanjutkan pendidikan di MTS Negri 3 Desa Sepanjang, Kecamatan Gondang Legi, Kabupaten Malang, Jawa Timur dan selesai tahun 1997.

"Yang membantu pendidikan saya waktu itu Pakde dari Ayah karena memang beliau asli dari Jawa Timur. Jadi karena kondisi yang sulit saya dibantu untuk sekolah disana," kata Eko Wibowo.

Setelah tamat dari MTS ternyata Eko Wibowo tak dapat melanjutkan pendidikan. Kondisi ekonomi yang sulit ditambah lagi krisis moneter tahun 1997/1998 membuat Ekowi harus ikut bekerja membantu Pakde nya.

Ketika itu Eko Wibowo masih ingat jelas harus membantu pamannya yang berprofesi sebagi kusir delman untuk mencari rumput pakan kuda.

Bahkan ia pun cekatan menjadi kernet saat pamannya menarik delman di Desa Sepanjang, Kecamatan Gondang Legi.

"Mulai cari rumput di sawah, nyuci baju sendiri dan banyak lagi yang saya lakukan waktu itu. Memang sejak kecil saya juga sudah diajari dan dilatih menjadi pribadi yang mandiri. Seperti itulah suka dan dukanya," jelas Eko Wibowo mengenang masa kecilnya.

Aktifitas tersebut ia lakukan kurang lebih sekitar 2 tahun. Sampai akhirnya ada sanak saudara yang lainnya menawari untuk sekolah kembali.

Tanpa pikir panjang Ekowi langsung menyetujui, karena memang Eko Wibowo sangat ingin melanjutkan pendidikan seperti rekan-rekanya yang lain.

Kemudian dengan senang hati Eko Wibowo menyelesaikan pendidikan tingkat atas di Madrasah Aliyah Khairuddin Gondanglegi pada tahun 1999 hingga 2002. Disamping itu, ia juga mondok di Pondok Pesantren Salafiyah Shirothul Fuqoha'.

Singkat cerita Eko Wibowo kebali ke Pekanbaru karena memang Ayah dan Ibunya meminta untuk pulang. Tahun 2002 ia memberanikan diri untuk melanjutkan pendidikan Sarjana di UIN Suksa Riau.

"Alhamdullah lulus dan diterima menjadi mahasiswa disana, awalnya sempat daftar STAIN Malang dan diterima. Tapi, Bapak sama Emak suruh pulang ke Pekan jadi lanjut Sarjana di Pekanbaru," sambung Eko Wibowo.

Pejuangkan Nasib Guru Honor

Saat kuliah S1 Eko Wibowo mengambil jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.

Jurusan ini ia ambil karena Ekowi memiliki cita-cita sebagai seorang guru. Saat menjadi mahasiswalah ia mulai aktif mengikuti organisasi kampus.

Disanalah Ekowi belajar tetang cara berorganisasi. Diantaranya ia aktif di Badan eksekutif mahasiswa (BEM).

Setelah berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana, Eko Wibowo tetap aktif dibeberapa organisasi. Mulai organisasi kepemudaan, pendidikan, partai politik dan persatuan daerah.

dengan bergorganisasilah ia semakin memiliki banyak teman dan dikenal. Tidak hanya dikenal sesama guru atau rekan seorganisasi, langkahnya ini juga membuat ia dikenal oleh para pejabat yang ada di level daerah.

Bahkan, ide dan gagasanya tentang dunia pendidikan pun diminta oleh pejabat saat ini.

Nama Eko Wibowo memang kerap menjadi narasumber dari berbagai media massa, terlebih saat ia gencar memperjuangkan nasib guru. Terutama nasib guru honor yang ada di Provinsi Riau.

Bahkan suara pria berkacamata ini lantang saat turun kejalan, menyuarakan perjuangan guru honor.

Eko Wibowo tidak pernah letih membawa suara guru dan tenaga pendidikan honor di Riau ke wakil rakyat di DPRD.

Lebih lagi nasib guru-guru honorer yang sudah lama mengabdi hingga belasan tahun lamanya.

dipercaya berada di kepngurusan PGRI Riau, membuat Eko Wibowo tetap konsisten untuk terus memperjuangan nasib guru, terutama nasib guru honor.

"Salah satu program PGRI Riau itu adalah bagaimana memperjuangkan kesejahteraan guru dan termasuk guru honorer. Ini merupakan bentuk konsiten kita," katanya.

Sosok Ibu Segalanya Bagi Eko Wibowo

Sebagai seorang anak tak akan mampu membalas jasa-jasa seorang ibu yang telah merawat dan mendidik. Sehingga sudah sewajarnya anak haruslah berbakti kepada orangtua terutama ibu.

Bagi Eko Wibowo sosok ibu adalah segala-galanya, terlebih lagi saat sang ayah sudah meninggal dunia.

Ibu juga yang selalu memberikan semangat dan nasehat disetiap langkah-langkah kehidupan yang ia jalani.

"Surga itu dibawah telapak kaki ibu, seperti apapun kita membalas tidak akan terbalas perjuangan seorang ibu terhadap anaknya,"kata Eko Wibowo.

Menurut Ekowi, berbagai capayan yang ia dapatkan tidak lain berkat dorongan dari ibu. Termasuk baru-baru ini ia dipercaya menjadi ketua RT di tempat ia tinggal pun karena dorongan dari ibu.

"Kalau kita sayang sama ibu, menjaga ibu. Insya Allah langkah kita ini dilancarkan," ujarnya.

Ia juga mengucapkan terimaksih kepada sanak saudara dan teman-temanya yang selalu ikut mendukung.

Lanjut Pascasarjana

Disamping sibuk mengajar dan aktif diberbagai organisasi serta ketua RT, Eko Wibowo juga sedang melanjutkan pendidikan Pascasarjana (S2) di Universitas Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Bisa melanjutkan pendidikan Pascasarjana ini tidak lain berkat dukungan orang-orang yang dekat dengan dirinya.

"Saya tidak usah sebutkan sipa orang-orangnya yang mensuport saya untuk bisa lanjut pendidikan ini. tapi saya sangat berterimakasih, karena ini tidak saja keinginan saya, memang almarhum ayah saya pun ingin saya kalau bisa S2," katanya.

Sebagai mahasiswa pascasarjana ia berharap langkahnya tersebut dilancarkan dan bisa selesai tepat waktu.

Profil

Nama : Eko Wibowo, S.Pd.I
Lahir : Pekanbaru 28 Desember 1980

Berita Terkait Aura Kasih Lainnya

Baca juga berita Tribunpekanbaru.com berjudul " Nomor WA Aura Kasih Diminta Pria Muda, Bukan Orang Sembarangan , Siapa Dia? " di Babe dan Google News.

Demikian artikel Tribunpekanbaru.com berjudul " Nomor WA Aura Kasih Diminta Pria Muda, Bukan Orang Sembarangan , Siapa Dia? " ini kami buat. 

Artikel Tribunpekanbaru.com berjudul " Nomor WA Aura Kasih Diminta Pria Muda, Bukan Orang Sembarangan , Siapa Dia? " ini ditulis wartawan Tribunpekanbaru.com / Pitos Punjadi .

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved