Breaking News:

Berita Siak

Bupati Siak dan Istri Bezuk Muhammad Ammar Fathan ke Jakarta, Berikan Sumbangan Rp 100 juta

Bupati Siak Alfedri dan istri menyempatkan diri membezuk bayi malang bernama Muhammad Ammar Fathan di mes Pemda Riau, Jakarta, Kamis

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Istimewa
Bupati Siak Alfedri memegang punggung Muhammad Ammar Fathan saat digendong ibunya, Kamis (2/12/2021) di mes Pemda Riau, Jakarta. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Bupati Siak Alfedri dan istri menyempatkan diri membezuk bayi malang bernama Muhammad Ammar Fathan di mes Pemda Riau, Jakarta, Kamis (2/12/2021).

Ia juga menyerahkan bantuan sebanyak Rp 65 juta hasil donasi ASN di kantor bupati kepada Kaspen Nahar (39) orangtua Ammar.

“Kami turut berempati kepada anak kita, Muhammad Ammar Fathan yang berumur 10 bulan namun harus berjuang untuk melawan penyakitnya atresia bilier atau kelainan pada fungsi hati,” kata Alfedri.

Alfedri dan istrinya juga didampingi sejumlah pejabat Pemkab Siak, seperti Asisten II Setdakab Siak Hendrisan, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Siak Raja Tonny Chandra dan lain-lain. Alfedri dan rombongannya sengaja datang membezuk Ammar di sela-sela kegiatannya yang berlangsung di Jakarta.

Muhammad Ammar Fathan, bayi berumur 10 bulan itu berasal dari keluarga sederhana asal dusun Merambai, kampung Teluk Masjid, kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak. Ammar dirujuk RS Syafira Pekanbaru ke Rumah Sakit Pusat Nasional dr Cipto Mangunkusomo (RSCM) Jakarta, untuk mendapat penindakan operasi.

“Begitu kami mendapat informasi ini kami langsung ingin membezuk. Alhamdulillah, hari ini saya bersama istri, Asisten dan Kadis Kesehatan dapat mengunjunginya,” kata dia.

Alfedri dan istri akan berupaya membantu orangtua Ammar untuk mendapatkan uang supaya Ammar dapat dioperasi. Saat ini orangtua Ammar sedang menunggu jadwal pengecekan fungsi jaringan hati, sebagai sampel dan ini harus dilakukan tindakan operasi transplantasi hati.

"Tindakan operasi pertama diusahakan dari keluarga, mungkin dari ayahnya atau dari ibunya. Itu mau dilihat dan diambil sampel jaringan hati tadi, yang mana yang cocok antara kedua orangtuanya. Ini yang harus ditunggu jadwalnya," kata Alfedri.

Ia menjanjikan, terkait bersarnya biaya pengobatan pihaknya akan mengupayakan bantuan melalui Jamkesda, karena pihaknya saat ini sudah bekerjasama dengan RSCM. Selain itu juga diupayakan bantuan dari pihak-pihak lain, supaya urusan keluarga Ammar selama di Jakarta lancar-lancar saja.

"Untuk anak ini bisa dioperasi, orang tuanya seorang guru di Sungai Apit tentu ada BPJS, akan ditangani BPJS, tapi untuk mencangkok hatinya itu tidak ditanggung BPJS, maka perlu swadaya,”
kata dia.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved