Breaking News:

Berita Pelalawan

Penyelesaian Sengketa Pilkades Serentak di 6 Desa Pelalawan, Penggugat Diundang Klarifikasi

Panitia Pilkades mulai memproses penyelesaian atas sengketa Pilkades serentak di Pelalawan yang digelar pada 17 November lalu.

Penulis: johanes | Editor: Ariestia
Istimewa
Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tingkat Kabupaten Pelalawan Riau mulai memproses penyelesaian atas sengketa Pilkades serentak di ruang rapat lantai ll kantor bupati, Rabu (1/12/2021) lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tingkat Kabupaten Pelalawan Riau mulai memproses penyelesaian atas sengketa Pilkades serentak yang digelar pada 17 November lalu.

Ada enam desa yang memasukan gugatannya ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

Diantaranya Desa Kesuma, Desa Segati, Desa Tanjung Sum, Desa Sotol, Desa Genduang, dan Desa Tambak.

Panitia Pilkades kabupaten telah memanggil penggugat dari tiga desa pada Rabu (1/12/2021) di ruang rapat lantai ll kantor bupati.

Adapun unsur yang tergabung dalam panitia Pilkades kabupaten yakni Sekdakab Tengku Mukhlis didampingi DPMD, Satpol PP, Bagian Hukum, perwakilan Kejari, Polres, dan instansi lainnya.

Tahap penyelesaian sengketa Pilkades dimulai dengan konfirmasi dan klarifikasi atas gugatan yang diajukan Calon Kepala Desa (Cakades) yang kalah dengan sejumlah bukti yang diajukan.

"Kemarin yang mulai diselesaikan di Desa Kesuma, Tanjung Sum, dan Segati. Mereka dipanggil serta gugatannya diproses panitia berdasarkan aturan yang ada," tutur Pelaksana tugas (Plt) Kepala DPMD Pelalawan, Novri Wahyudi, kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (2/12/2021).

Dalam proses penyelesaian itu, penggugat menyampaikan bukti-bukti atas gugatannya yang dinilai menyalahi aturan.

Kemudian panitia menyampaikan jawaban atas gugatan itu berdasarkan perundang-undangan yang berkaitan dengan pelaksanaan Pilkades serta proses penyelesaian sengketa yang muncul setelah pencoblosan dan penghitungan suara.

Penggugat dari Desa Kesuma akhirnya menerima penjelasan dari panitia Pilkades lantaran dugaan pelanggaran tidak cukup bukti dan tidak mempengaruhi hasil perolehan suara.

Sedangkan Desa Segati dan Tanjung Sum diminta untuk melengkapi bukti-bukti atas gugatan mereka.

"Untuk tiga desa lagi akan kita jadwalkan lagi pekan depan proses penyelesaiannya. Tenggat waktunya masih ada," tandas Novri Wahyudi. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved