Breaking News:

Berita Riau

Kisruh Soal Kader Pembakar Atribut Demokrat Berlanjut, Kader: Saya Luapkan Emosi daripada Stroke

Kisruh soal pembakaran atribut Partai Demokrat sepertinya akan berlanjut. Alasan kader: saya luapkan emosi daripada stroke

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Nurul Qomariah
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Pembakaran baju dan atribut partai di kantor DPD Partai Demokrat Jalan Arifin Achmad Pekanbaru beberapa waktu lalu. Kisruh soal kader pembakar atribut Partai Demokrat berlanjut. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kisruh soal pembakaran atribut Partai Demokrat sepertinya akan berlanjut. Alasan kader: saya luapkan emosi daripada stroke.

Sebelumnya Ketua DPD terpilih Agung Nugroho akan mencari delik pidana soal pembakaran tersebut, kader pembakar atribut langsung menanggapinya.

Sebagaimana diketahui, kader senior Demokrat Riau, Kamaruzzaman turut angkat bicara terkait pernyataan calon tunggal ketua DPD Demokrat Riau, yang mempermasalahkan dan akan memperpanjang aksi pembakaran baju Demokrat tersebut.

Untuk diketahui, Kamaruzzaman dan beberapa kader Partai Demokrat Riau lainnya melakukan aksi pembakaran atribut partai akibat kecewa atas Musda V Demokrat Riau.

Sejumlah kader dari Partai Demokrat membakar baju dan atribut partai di kantor DPD Partai Demokrat jalan Arifin Achmad Pekanbaru, Selasa (30/11/2021). (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir).
Sejumlah kader dari Partai Demokrat membakar baju dan atribut partai di kantor DPD Partai Demokrat jalan Arifin Achmad Pekanbaru, Selasa (30/11/2021). (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir). (Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir)

"Saya mau tanya balik, yang saya bakar itu baju saya sendiri, saya beli sendiri. Partai itu milik bersama bukan lambang negara,” ujar Kamaruzzaman.

“Saya beli baju sendiri bukan biaya dari Agung. Saya aksi bakar baju itu karena kecewa saya dengan kebijakan DPP,"imbuh Kamaruzzaman.

Menurut mantan anggota DPRD Kota Pekanbaru itu, bentuk cara mereka melepaskan emosi, ini bicara internal partai, oleh kebijakan petinggi partai terhadap musda.

"Kami tak puas ya kami lampiaskan dengan aksi, dari pada saya stroke melihat ketidakadilan,"ujar Kamaruzzaman.

Kamaruzzaman mengatakan, dirinya menjadi kader partai Demokrat, bukan baru 5 sampai 10 tahun, melainkan sudah 19 tahun, dan dirinya sangat mengerti dengan partai.

"Saya jadi kader partai ini sudah 19 tahun, saya mengerti betul, partai susah dan berdarah darah di Riau. Saya jadi kader partai dari Ketum pak Subur Budi Santoso. Partai ini dibesarkan bukan hari ini, tapi dari dulu. Mereka menikmati kami menanam," urainya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved