Senin, 20 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Warga di Desa Penyangga Dukung Pelestarian Cagar Biosfer Giam Siak Kecil

Pemerintah Provinsi Riau diminta serius dalam melestarikan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil yang saat ini terus tergerus oleh perambah hutan

Istimewa
Warga desa di sekitar Cagar Biosfer Giam Siak Kecil mendukung pelestarian Cagar Biosfer 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Masyarakat di sejumlah desa penyangga Cagar Biosfer Giam Siak Kecil mendukung upaya Pemerintah Provinsi Riau dalam menjaga kelestarian hutan di wilayah hutan lindung tersebut.

Bahkan masyarakat di desa penyangga hutan lindung yang telah diakui oleh UNESCO sebagai Cagar Biosfer dunia itu meminta aparat menindak tegas para pelaku perambah hutan di kawasan konservasi itu.

Azmi, warga Kampung Sidodadi, Desa Bukit Kerikil, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau mengatakan, para Ppelaku ilegal loging di kawasan salah satu paru-paru dunia itu tidak hanya berasal dari warga setempat. Namun banyak juga dari luar daerah.

"Perambahan kayu di kawasan cagar biosfer sudah sangat mengkhawatirkan. Para pelaku harus ditindak tegas agar ada efek jera," kata Azmi, Sabtu (5/12/2021).

Ia juga meminta Provinsi Riau untuk meningkatkan perekonomian masyarakat yang tinggal di desa penyangga cagar biosfer.

Dengan demikian, masyarakat sekitar cagar biosfer memiliki tanggungjawab untuk turut menjaga kawasan tersebut.

"Harus ada upaya pemerintah Provinsi Riau dalam meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar agar tidak tergiur oleh iming-iming para cukong ilegal logging," katanya.

Selain ilegal logging, Azmi mengatakan tak sedikit pula warga yang mengalihfungsikan lahan di cagar biosfer menjadi kebun sawit.

Azmi juga meminta para pembuka lahan di cagar biosfer ditindak tegas.

"Kami juga minta lahan yang awalnya ditanami sawit di kawasan tersebut dipulihkan kembali," ujarnya.

Tak hanya warga desa penyangga cagar biosfer di Desa Bukit Kerikil. Warga di desa penyangga cagar biosfer di Desa Tasik Betung, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak juga mendukung Provinsi Riau untuk segera melakukan upaya nyata dalam melestarikan cagar biosfer tersebut.

Syahrizal, warga Desa Tasik Betung mengatakan sudah sudah saatnya kawasan cagar biosfer yang membentang dari Siak hingga Bengkalis itu diselamatkan sebelum terlambat.

Pasalnya, tiap tahun banyak warga pendatang yang merambah kawasan tersebut untuk dijadikan lahan sawit dan juga ilegal logging

"Mereka harus ditindak tegas, jangan sampai cagar biosfer hanya tinggal nama saat cucu cicit kita sudah besar," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved