Breaking News:

Lapor Pak Kapolri, Di Polrestabes Medan Penunggak Utang Bisa Jadi Tersangka

Masalah tang piutang diatur dalam hukum perdata. Sengketa utang piutang tidak boleh dipidana penjara. Namun tidak bagi penunggak utang di Medan ini

Net
Ilustrasi-Penunggak utang di Medan jadi tersangka 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Jajaran Polda Sumut kembali menjadi sorotan publik setelah penunggak utang menjadi tersangka.

Warga yang menunggak utang itu bernama Gus Riyandi (33). 

Warga Kota Medan ini bingung bukan main dengan kasus hukum yang saat ini menjeratnya. 

Pemilik toko furniture ini ditetapkan jadi tersangka karena masalah utang piutang. 

Tampaknya penyidik Polrestabes Medan harus membaca Pasal 19 ayat (2) Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Dalam Pasal 19 ayat (2) Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia sudah jelas telah mengatur bahwa sengketa utang piutang tidak boleh dipidana penjara.

“Tidak seorangpun atas putusan pengadilan boleh dipidana penjara atau kurungan berdasarkan atas alasan ketidakmampuan untuk memenuhi suatu kewajiban dalam perjanjian utang piutang,” demikian bunyi Pasal 19 ayat (2). 

Dalam pasal tersebut pun dijelaskan bahwa membuat laporan atau pengaduan ke polisi adalah hak semua orang, namun belum tentu perkara tersebut dapat naik ke proses peradilan.

Di sinilah peran dan integritas penegak hukum, yaitu kepolisian, kejaksaan, hakim dan advokat sangat diharapkan untuk tidak merusak sistem peradilan yang ada atau dengan memidanakan suatu perbuatan di dalam hukum perdata.

Gus Riyandi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polrestabes Medan setelah dituduh kasus penggelapan uang. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved