Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Dewan Minta Tahun 2022 Pasar Induk Sudah Beroperasi, Jangan Paksa Kerja Kontraktor yang Sakit

Wakil rakyat terus mendesak Pemko Pekanbaru, agar bisa menyelesaikan pembangunan Pasar Induk, yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Pekanbaru

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Nurul Qomariah
Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
Proyek pembangunan pasar induk di Jalan Soekarno-Hatta Pekanbaru jadi sorotan anggota DPRD Pekanbaru. Dewan minta tahun 2022 pasar induk sudah beroperasi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Wakil rakyat terus mendesak Pemko Pekanbaru, agar bisa menyelesaikan pembangunan Pasar Induk, yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Pekanbaru.

Pembangunannya yang diserahkan Pemko Pekanbaru kepada pihak ketiga, yakni PT Agung Rafa Bonai (ARB), dinilai bermasalah.

Perusahaan lokal Riau ini ternyata kehabisan modal, sehingga pembangunannya terhenti sampai sekarang.

Kondisi ini tentunya tak bisa dibiarkan. Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Roni Pasla mendesak, agar Pasar Induk tersebut, harus bisa berfungsi tahun 2022 mendatang.

"Bagaimana teknisnya, Pemko yang lebih tahu. Kan sama-sama kita ketahui, bahwa PT ARB dipastikan tidak mampu melanjutkan pembangunannya. Kenapa harus dipertahankan," tegas Roni Pasla kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (10/12/2021).

Politisi PAN ini justru menyarankan, agar Pemko Pekanbaru mengambil sikap tegas, demi selesainya pembangunan Pasar Induk tersebut.

Jika terus memberikan kesempatan, kepada perusahaan yang sedang sakit, sementara tidak ada jaminan dari mereka untuk bisa melanjutkan pembangunannya, maka dinilai akan sia-sia.

Sementara saat ini, dengan perkembangan Kota Pekanbaru, keberadaan Pasar Induk, sudah sangat dibutuhkan.

Apalagi konsep dasar dibangunnya Pasar Induk ini kemarin, selain penataan Pasar, serta pusat bongkar muat, juga nantinya bisa mendatangkan PAD.

"Kami di DPRD tidak akan bosan mendesak, agar Pasar Induk harus berfungsi tahun depan. Karena sudah terlalu lama dibangun, tapi progresnya masih di bawah angka 50 persen," sebutnya.

Seperti diketahui, Pasar Induk dibangun PT ARB sejak tahun 2016 lalu. sampai sekarang, progres pembangunannya masih di bawah 50 persen.

Kondisi ini membuat Pasar Induk mangkrak. Pemko Pekanbaru harus mengambil langkah tegas, jika perlu PT ARB harus diputus kontraknya.

Pemko Pekanbaru sudah cukup memberikan kepercayaan terhadap PT ARB dan sistem BOT yang sudah disepakati. Namun kepercayaan tersebut tidak dilaksanakan dengan baik.

"Sekarang pembahasannya Pemko tidak rugi karena tidak mengeluarkan biaya sedikit pun. Tapi lebih kepada tujuan dan fungsi Pasar Induk dibangun. Kapan akan selesai jika masih di bawah PT ARB," tegasnya lagi.

( Tribunpekanbaru.com / Syafruddin Mirohi )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved