Berita Pelalawan
Video Viral Rina Bono, Tantang Ombak Malah Eh Digulung hingga Terguling-guling di Semak
Beberapa hari terakhir video youtuber wanita bernama Rina Bono viral. Rina membuat konten tantang ombak eh malah tergulung hingga terguling di semak
Penulis: johanes | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM, TELUK MERANTI - Beberapa hari terakhir video youtuber wanita bernama Rina Bono viral di media sosial. Rina membuat konten tantang ombak eh malah tergulung hingga terguling-guling di semak.
Nmaun, perjuangan Rian tak sia-sia, videonya viral bahkan dikomentari artis dan pegiat medsos.
Dampaknya, subscriber warga Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan ini melonjak drastis.
Untuk membuat konten viral itu, Rina harus menempuh perjalanan selama 1 jam 30 menit dari rumahnya pada Senin (6/12/2021) lalu untuk bisa sampai ke Kelurahan Teluk Meranti.
Wanita 35 tahun itu menunggangi sepeda motor miliknya menyusuri hutan dan Jalan Lintas Bono (Jalisbon) untuk bisa melihat Ombak Bono di Sungai Kampar yang ada di Teluk Meranti.
Ia tinggal di perumahan PT WKS di Tanjung Pulai Desa Pulau Muda bersama suaminya yang merupakan karyawan perusahaan HTI tersebut.
YouTuber pemula ini kemudian menuju Pantai Ogis Teluk Meranti di tepi Sungai Kampar dan berteman dengan empat laki-laki yang merupakan temannya yang juga sesama youtuber.
"Kami memang sudah merencanakan untuk membuat konten menantang Ombak Bono di pantai. Saat itu ombak memang tinggi di Pantai Ogis," kata Rina kepada tribunpekanbaru.com, melalui sambungan telepon, Jumat (10/12/2021).
Saat itulah mereka membuat konten video yang menantang Ombak Bono hingga dirinya sempat tergulung dan terjatuh akibat sapuan gelombang.
Video itu yang viral di semua kanal media sosial (medsos) dan dibagikan banyak akun hingga bahkan dikomentari oleh kalangan artis dan pegiat medsos.
Di awal video, youtuber perempuan dengan akun Rina Bono berbicara pada kamera yang dilengketkan pada tongsis.
Rina Bono kala itu menggunakan hijab berwarna merah jambu yang dipadukan dengan pakaian sewarna dengan motif kotak-kotak. Ia berdiri di tepi pantai yang airnya tampak surut.
"Kembali lagi bersama Rina Bono gaes, di situ ada gelombang Bono gaes. Tak jauh lagi dengan kami. Agak 50 meter dengan saya. Hari ini nanti ingin berlari dengan Bono," kata Rina Bono sambil menunjuk ke arah gelombang yang mulai menggulung dari kejauhan.
Ia memang sengaja membuat konten video untuk menantang Ombak Bono di pantai Sungai Kampar.
Rina lantas menerangkan kondisi Ombak Bono yang cukup tinggi saat perekaman lima hari yang lalu.
\Setelah ombak semakin mendekat, ia bersama dua temannya yang juga melakukan perekaman kian menjauhi pantai menghindari sapuan gelombang.
Sambil berjalan ia terus mendeskripsikan fenomena alam di Sungai Kampar tersebut dengan sesekali melihat ke belakang.
Saat ombak mulai mendekat ia berjalan kian cepat hingga berlari kencang sambil tetap merekam suasana di sekitarnya.
"Saya berlari mengejar waktu gaes. Supaya saya dapat gelombang Bononya," ungkapnya sambil berlari dan tertawa, naik ke dataran tinggi.
Setelah di ketinggian pantai, tampak dua pria teman Rina juga berlari menghindar Bono.
Ternyata memang ombak sangat besar dan menyapu semua yang ada di pantai dan membuat dirinya jatuh.
Bahkan Rina juga ikut tergulung sambil berteriak dan terus merekam.
Wanita itu sempat dua kali berguling karena Ombak Bono sampai terjebak dalam tumpukan ranting pohon.
Ia kemudian terbawa sapuan gelombang dan nyaris semua badannya tenggelam air, namun kamera tetap merekam dan tidak terdampak air sungai.
Terdengar juga teriakan teman Rina yang sepertinya panik melihat ia tergulung ombak sampai nyaris tenggelam.
"Woi, woi, woi, bantu-bantu," teriak seorang pria melihat Rina tergulung ombak berulang kali.
"Ambik kamera, ambik kamera," kata Rina yang masih memikirkan keselamatan kameranya ketika dirinya dalam gulungan ombak.
Kemudian seorang pria berkaos merah mengambil tongsis dari tangan Rina agar tidak terjatuh dan terendam air.
Setelah Rina kembali berdiri, ia kemudian kembali mengambil kamera dan masih terus merekam kondisi di sekitarnya usai di gulung Ombak Bono.
"Gaess, ini udah mau roboh aku gaes. Memang kuat sensasi gelombang Bono," katanya.
Ia kembali menjelaskan kondisi dan perasaan yang dialaminya dalam membuat konten menantang Ombak Bono.
Setelah pengambilan video itu, Rina kembali berbagai cerita dengan temannya sesama youtuber.
Kemudian dirinya langsung mengupload video yang viral itu ke akun YouTube miliknya.
Ia pun bergegas pulang ke rumah sebelum hari gelap dengan jarak tempuh yang sama saat berangkat, 1,5 jam naik sepeda motor.
"Kalau dibilang ngak terminum air, tak mungkin karena di ombak. Ada juga tertelan air saat digulung Bono. Memang sensasi Bono itu luar biasa. Hempasannya cukup kuat," tambahnya.
Rina bersama teman-temannya telah mempersiapkan dengan matang pengambilan konten tersebut, bukan sembarangan saja dengan tidak mempertimbangkan keselamatan nyawa.
Sejak awal mereka sudah melihat kondisi Pantai Ogis sambil melakukan survei tebing yang tinggi untuk berlari ketika ombak datang.
Bahkan jarak antara pengambilan video dengan gelombang diperkirakan dengan baik agar tidak terseret arus ke Sungai Kampar.
"Saya juga pakai pelampung. Jadi yang saya pakai seperti tas, itu pelampung. Supaya tidak tenggelam dan kepala tetap bisa muncul," bebernya.
Nyali ibu tiga anak ini terbilang besar, karena yang memiliki ide untuk membuat konten menantang Ombak Bono itu ia sendiri, kemudian diikuti oleh yotuber laki-laki lainnya.
Ia hanya mengandalkan handphone android yang standard dalam pengambilan video dan tidak mempunyai perangkat kamera khusus.
Bahkan kebanyakan video di akun youtubenya tidak melalui proses editing seperti YouTuber lainnya.
Gambar orisinal yang terekam kamera handphone langsung diposting saja, agar keaslian suasana Bono dapat dilihat oleh penonton.
Perempuan berhijab ini tak menyangka jika videonya tersebut viral setelah diposting empat hari yang lalu.
Bahkan suaminya, Alidiun Harahap (47), sampai heran istrinya menjadi terkenal di medsos.
Sempat juga diperingati agar tetap menjaga keselamatan diri saat membuat konten di Sungai Kampar. Suaminya mendukung aktivitas Rina yang memilih jalur sebagai youtuber.
"Saya aktif di youtuber sejak tahun lalu. Tapi yang nonton cuman sedikit, karena kontennya kurang menarik. Makanya kami cari konten yang menantang," ujarnya.
Ia beberapa kali naik speedboat menuju "kepala" Ombak Bono untuk membuat konten dengan merekam awal mula terbentuknya gelombang.
Sambil mengabadikan para peselancar yang biasa bermain ombak selama ini di Sungai Kampar.
Tentu menggunakan baju pelampung dan peralatan keselamatan lainnya.
Rina menampik jika dituding tidak mempertimbangkan keselamatan.
Hal itu merupakan yang terutama saat pembuatan konten dan kedua adalah keselamatan kamera seperti yang ada di video viral itu.
Dalam beberapa hari ini subscribernya meningkat hampir tiga kali lipat setelah ia viral, dari 400 kini menjadi seribu lebih.
Namun belum mendapatkan iklan yang menghasilkan uang, karena belum memenuhi kriteria dari YouTube yakni minimal subscriber 2 ribu dan jam tayang 4 ribu.
Rina pastinya ingin merasakan keuntungan dari medsos itu seperti beberapa temannya yotuber di Teluk Meranti yang telah meraup pendapatan hingga belasan juta rupiah per bulan.
"Satu sisi saya bangga bisa viral. Orang di luar sana jadi mengenal Bono. Artis Arie Untung juga ikut memposting video saya itu," tuturnya dengan tertawa.
Adapun tujuan Rina dalam membuat konten tentang Ombak Bono sangat sederhana.
Agar mempromosikan wisata Bono lebih mendalam lagi. Karena selama ini orang hanya bisa melihat dari jauh dan mengetahui Ombak Bono hanya sekadar saja.
Tanpa melihat dari dekat sensasi menantang dan bermain ombak yang terbentuk akibat fenomena alam tersebut.
Ibu rumah tangga ini semakin termotivasi untuk membuat konten yang lebih banyak tentang Ombak Bono agar semakin dikenal orang.
Tentu ia juga bisa mencicip penghasilan dari hasil kerja kerasnya mempromosikan destinasi wisata itu melalui iklan.
"Yotuber wanita dan yang berani seperti itu cuman saya. Bangga jadinya, bersyukur bisa mempromosikan wisata ini," pungkasnya.
Menurut warga Teluk Meranti, Thony Bono, Rina merupakan YouTuber pemula yang konsisten dengan konten Ombak Bono.
Wanita itu ingin mempromosikan destinasi wisata Bono yang ada di Sungai Kampar Teluk Meranti.
Fenomena alam yang telah mendunia itu selalu diabadikan Rina bersama beberapa YouTuber lainnya di Teluk Meranti dengan konten vlog yang beragam.
"Ibu itu warga Desa Pulau Muda. Sering ngevlog Ombak Bono. Lokasi video viral itu di Pantai Ogis Teluk Meranti," kata Thony Bono kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (10/12/2021).
Thony menyebutkan, video itu diambil sekitar empat atau lima hari yang lalu.
Kemudian diupload di akun YouTube Rina Bono sekitar tiga hari lalu.
Sebelum mengambil konten menantang Ombak Bono di pantai itu, Rina mengambil konten ke tengah Sungai Kampar untuk ngevlog di "kepala" ombak.
"Abang saya yang bawa di ke tengah sungai untuk buat konten Ombak Bono dan merekam peselancar yang main," tambah Thony.
Setelah itulah, konten yang viral tersebut diambil di Pantai Ogis.
Mereka juga tidak menyangka kalau video itu viral di media sosial hingga ditonton ratusan ribu orang dan diposting ulang berbagai akun di beberapa kanal medsos.
( Tribunpekanbaru.com / Johannes Wowor Tanjung )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/video-viral-rina-bono2.jpg)