Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Anggota DPRD Pekanbaru Ini Tetap Ngotot Lelang Sampah Dibatalkan Saja, Ini Alasannya

Meski Pemko Pekanbaru kini masih melaksanakan proses lelang pengelolaan sampah, namun beberapa anggota DPRD Pekanbaru tetap menolaknya.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
TRIBUNPEKANBARU.COM/FERNANDO SIKUMBANG
Meski Pemko Pekanbaru kini masih melaksanakan proses lelang pengelolaan sampah, namun beberapa anggota DPRD Pekanbaru tetap menolaknya. FOTO: Sampah menumpuk di tepi Jalan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru beberapa waktu lalu. Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -  Meski Pemko Pekanbaru kini masih melaksanakan proses lelang pengelolaan sampah, namun beberapa anggota DPRD Pekanbaru tetap menolaknya.

Legislator justru meminta, agar lelang dihentikan, dan pengelolaan sampah dikembalikan ke swakelola.

Seperti yang disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Ruslan Tarigan SPd MH. Wakil rakyat dari Fraksi PDI-P ini tetap ngotot agar lelang sampah dihentikan saja.

"Lebih baik uangnya sebanyak itu (Rp 58 miliar tender sampah 2022) diberikan dan dikelola oleh masyarakat. Karena kebersihan kan tanggung jawab kita bersama yang dikoodinir oleh DLHK," kata Ruslan Tarigan kepada Tribunpekanbaru.com, Selasa (14/12/2021).

Lebih lanjut disampaikan, bahwa tidak ada alasan krusial Pemko Pekanbaru, untuk menyerahkan lagi ke pihak ketiga. Bahkan pengelolaannya semakin buruk.

"Saya melihat, Pemko tidak melakukan kajian dan evaluasi secara menyeluruh. Selama ini pihak ketiga gagal membawa Kota Pekanbaru mendapatkan Piala Adipura belum pernah sejak pengelolaan diswastakan," sebutnya.

Dia meminta, agar Pemko Pekanbaru menyerahkan pengelolaannya kepada perangkat RT dan RW.

"Iya, kembalikan kepada RT dan RW, serta LPM. Kami yakin, dengan dana sebesar itu bisa semakin baik pengelolaannya," tambah Ruslan Tarigan lagi.

"Kan kita lihat beberapa tahun belakangan, bahwa swastanisasi sampah ini gagal membawa Kota Pekanbaru menjadi kota bersih dan dibuktikan tidak mendapatkan Piala Adipura," terangnya.

Saat ini, lelang jasa angkutan persampahan Kota Pekanbaru, sudah memasuki tahap evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis, dan harga . Di zona 1, ada 9 perusahaan yang ikut berkompetisi.

Nilai pagu di zona ini sebesar Rp27.767.841.246,00. Namun, yang sudah memberikan penawaran harga baru satu perusahaan, yakni PT Godang Tua Jaya , dengan penawaran sebesar Rp27.382.809.518,40.

Sedangkan di zona II, ada 11 perusahaan yang ikut mendaftar. Nilai pagu zona 2 ini sebesar Rp28.751.521.800,00. Namun yang sudah memasukkan harga penawaran baru dua perusahaan, yakni PT Ernijuta Agung dengan penawaran sebesar Rp27.946.954.244,39 dan PT Samhana Indah dengan penawaran Rp 28.321.900.001,11.

Wilayah zona I dan zona II ini sebanyak 12 kecamatan, selain Kecamatan Rumbai Timur, Rumbai dan Rumbai Barat. Jika sudah ada pemenang, 12 kecamatan, selain tiga kecamatan itu merupakan tanggung jawab pihak ketiga.

Walikota Pekanbaru Firdaus MT, sudah mengingatkan DLHK Pekanbaru agar proses lelang jangan sampai tertunda lagi.

Bulan Desember 2021 ini, proses lelang harus selesai. Sehingga awal tahun 2022 bisa langsung bekerja. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved