Breaking News:

Dosen Pertanian UIR Latih Warga Olah Sampah Kulit Bawang Jadi Produk Eco Enzyme

Pembatasan kegiatan masyarakat pada masa pandemi covid-19 saat ini ternyata dapat dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan yang produktif.

Editor: Ilham Yafiz
ISTIMEWA
Dosen Pertanian UIR Latih Warga Olah Sampah Kulit Bawang Jadi Produk Eco Enzyme. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pembatasan kegiatan masyarakat pada masa pandemi covid-19 saat ini ternyata dapat dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan yang produktif.

Hal ini dilakukan oleh dosen agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau, Adelina Maryanti, S.Si., M.Sc. yang mengajak puluhan warga RT 3 RW 29 Kecamatan Tuah Madani Kota Pekanbaru untuk memanfaatkan sampah rumah tangga melalui kegiatan Pelatihan pengolahan kulit bawang menjadi produk eco enzyme.

Pemaparan yang disampaikan Adelina menjelaskan bahwa salah satu sumber sampah rumah tangga berasal dari sisa-sisa bahan masakan yang merupakan bahan organik, contohnya kulit bawang.

Kulit bawang biasanya dibuang tanpa diketahui manfaatnya. Kulit bawang mengandung zat antioksidan yang tinggi sehingga sangat baik untuk menjaga daya tahan tubuh.

Selain antioksidan, kulit bawang juga mengandung zat antimikroba, antibakteri dan anti jamur. Kulit bawang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembersih, maupun sebagai pupuk alami dan pestisida yang efektif.

Selian itu Adelina juga menjelaskan tentang pengolahan sampah kulit bawang yang bias dilakukan dengan cara fermentasi.

Fermentasi sampah organik dikenal sebagai eco enzyme. Proses fermentasi bahan organic sangat sederhana yaitu dengan membuat campuran sampah organik seperti ampas buah dan dengan gula dan air dengan perbandingan 3:1:10. Misalnya sampah kulit bawang sebanyak 900 gr, gula sebanyak 300 gr dan air sebanyak 3000 ml.

Pada volume yang lebih kecil kita dapat mencampur 300 gr kulit bawang dengan 100 gr gula dan 1liter air. Campuran disimpan dalam wadah penyimpanan selama tiga bulan.

Wadah harus dibuka setiap hari pada dua minggu pertama, kemudian dua-tiga hari sekali, kemudian seminggu sekali, setelah tiga bulan, saring eco enzyme menggunakan kain kasa atau saringan. Hasil saringan adalah produk eco enzyme siap digunakan.

“Kegiatan pelatihan menggunakan sampah rumah tangga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah sampah rumah tangga. Selain itu juga dapat membantu masyarakat untuk membuat produk alternatif sebagai bahan pembersih, pupuk alami dan pestisida yang efektif. Tujuan lainnya tentu saja ikut serta dalam pelestarian lingkungan ” kata Adelina.

Yuswir selaku ketua RT pun menyambut baik Program Pengabdian Kepada Masyarakat melalui kegiatan ini. ”Kegiatan ini tentu sangat bermanfaat sekali, dimana warga bisa melakukan kegiatan positif selama masa pandemi, juga menambah wawasan warga tentang pengolahan sampah rumah tangga” katanya.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dibiayai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UIR dan didukung oleh Dekan Faperta UIR, Dr. Ir. Siti Zahrah. (adv)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved