Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Hearing Dengan Komisi IV DPRD Pekanbaru, Kontraktor IPAL: Kami Akan Siapkan Anggarannya

Perwakilan kontraktor galian IPAL di Kawasan Sukajadi Pekanbaru, hadir dalam hearing dengan Komisi IV DPRD Pekanbaru, Selasa

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
DPRD Pekanbaru
Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Robin Eduar SH MH (baju batik merah), saat bertanya Kompensasi kepada kontraktor IPAL, dalam hearing, Selasa (14/12/2021) di ruang Banmus DPRD Pekanbaru. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Perwakilan kontraktor galian IPAL di Kawasan Sukajadi Pekanbaru, yakni PT Wika dan PT Hutama Karya, hadir dalam hearing dengan Komisi IV DPRD Pekanbaru, Selasa (14/12/2021) di ruang Banmus DPRD Pekanbaru.

Bahkan mereka merespon semua masukan, dari Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru.

Perwakilan PT Hutama Karya Holan dalam hearing menyampaikan, bahwa sebelum penutupan Jalan Rajawali Sukajadi ditutup total, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dishub, Satlantas Polri dan pihak terkait lainnya.

Bahwa, adanya keluhan kerusakan rumah masyarakat, pihaknya sudah menyiapkan anggarannya. Lalu, kenapa anggaran belum diberikan kepada masyarakat?

"Kenapa belum dikerjakan kemarin (kerusakan rumah warga), kami menunggu selesai. Sedangkan untuk kompensasi bagi masyarakat, memang sampai sekarang kami belum melakukannya. Kami akan usahakan pakai dana CSR," janji Holan kepada anggota dewan.

Hanya saja, anggaran kompensasi dari CSR ini, PT HK di Pekanbaru akan melaporkan kepada PT HK yang ada di Jakarta.

"Untuk anggaran kompensasi, tidak ada dalam kontrak. Makanya kami akan usahakan dengan anggaran CSR, yang tentunya kami laporkan ke Jakarta," sebutnya.

Humas Pengawas Kontraktor IPAL Johan Kadafi usai hearing menjelaskan, bahwa pihaknya sebenarnya sudah melakukan pekerjaan sesuai SOP. Namun di lapangan, jika memang ada pengaduan dari warga, pihaknya selaku pengawas akan selalu mencatatnya.

Selanjutnya, pengaduan akan direkomendasikan kepada kontraktor. Begitu halnya dengan hal teknis. Akan dilakukan perbaikan oleh kontraktor setelah ada rekomendasi dari pengawas.

"Memang ada pekerjaan yang memerlukan pertimbangan kontraktor sendiri. Seperti di Jalan Rajawali. Kenapa tak dikerjakan (rumah masyarakat yang rusak), karena pekerjaan belum selesai," paparnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved