Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Padahal Gagal, Fraksi PDI-P DPRD Pekanbaru Nilai Aneh 2 Perusahaan Ini Tetap Kelola Sampah

Respon DPRD Pekanbaru terkait prediksi bahwa perusahaan yang akan mengelola sampah di Kota Pekanbaru tahun 2022, tetap sama dengan tahun 2021.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Istimewa
Anggota Fraksi PDI-P DPRD Pekanbaru Robin Eduar SH MH 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sejumlah kalangan sudah memprediksi, bahwa perusahaan yang akan mengelola sampah di Kota Pekanbaru tahun 2022, tetap sama dengan tahun 2021. DPRD Pekanbaru memberi respon.

Meski Pemko Pekanbaru melaksanakan lelang, bahkan sesuai tahapan, namun itu dinilai sebagai formalitas saja.

Hal ini terbukti dari hasil tahapan lelang sampah Rabu (15/12/2021) kemarin. Tahapannya sudah masa sanggah. Dua perusahaan pemenang lelang tersebut, masih sama, yakni PT Godang Tua Jaya dan PT Samhana Indah.

Anggota Fraksi PDI-P DPRD Pekanbaru Robin Eduar SH MH merespon ikhwal ini. Anggota Komisi IV DPRD tersebut merasa aneh, dengan kemenangan dua perusahaan ini, yang tetap dipercaya mengelola sampah untuk satu tahun ke depan (2022).

"Kan setelah masa sanggah, penetapan pemenang lelang dan langsung tahap ya melakukan kontrak. Ini artinya, tidak mungkin perusahaan lain lagi," tegas Robin Eduar kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (16/12/2021).

Disampaikannya, bahwa khusus Fraksi PDI-P sejak awal menolak, pengelolaan sampah ini dipihak ketigakan. Pihaknya justru ngotot pengelolaan sampah diswakelolakan, sehingga akan ada perubahan ke depan.

Dengan akan dikelola sampah oleh PT Godang Tua Jaya dan PT Samhana Indah, masih kata Robin, pihaknya merasa aneh saja. Sebab, dua perusahaan ini sudah dinilai gagal mengelola sampah.

Bahkan waktu yang diberikan kepada dua perusahaan ini, untuk mengelola sampah di Kota Pekanbaru ini, cukup lama, yakni selama empat tahun. Tiga tahun dalam pekerjaan multiyears, dan satu tahun (2021) pekerjaan reguler.

Hasilnya tetap sama, bahkan pengelolaannya makin buruk, dengan makin banyaknya tumpukan sampah.

"Mereka ini gagal, kenapa dipaksakan lagi. Kita tak mau menduga-duga, tapi ada apa. Apakah tidak ada perusahaan bonafit lainnya. Kan ini menjadi pertanyaan besar bagi kita," sebut Robin lagi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved