Breaking News:

Berita Pelalawan

Polemik Normalisasi Sungai Kerumutan Mulai Dapat Titik Terang, Begini Penjelasan DLH Pelalawan

Setelah berpolemik, beberapa perusahaan yang beroperasi di Pelalawan kini mulai mendukung proses normalisasi Sungai Kerumutan sepanjang 8 Kilometer.

Penulis: johanes | Editor: CandraDani
ISTIMEWA
Wabup Pelalawan Nasarudin bersama DLH dan perwakilan 7 perusahaan saat meninjau Sungai Kerumutan untuk rencana normalisasi beberapa waktu lalu. DLH Pelalawan minta perusahaan bandel segera normalisasi Sungai Kerumutan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Polemik terkait program normalisasi Sungai Kerumutan di Kecamatan Kerumutan Kabupaten Pelalawan tampaknya mulai menemukan titik terang, setelah tiga bulan bergulir di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pelalawan.

Ada tujuh perusahaan yang diminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui DLH untuk menormalisasi Sungai Kerumutan.

Para perusahaan itu bertanggungjawab atas pembersihan sungai karena bersinggungan secara langsung maupun tidak langsung.

Diantaranya PT Sari Lembah Subur (SLS), PT PHE Kampar, PT Panen Terus, PT Gandaera Hendana, PT Arara Abadi, PT Mekar Alam Lestari (MAL), dan PT Merbau Pelalawan Lestari (MPL).

Hal itu berdasarkan pertemuan tiga bulan lalu di kantor Camat Kerumutan yang diawali dengan peninjauan kondisi sungai dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Pelalawan H Nasarudin SH MH bersama pejabat DLH dan masing-masing perwakilan perusahaan.

Perkembangan terbaru atas persoalan ini, DLH telah mendapat persetujuan dan kesepakatan dari empat perusahaan yakni PT Sari Lembah Subur (SLS), PT PHE Kampar, PT Panen Terus, dan PT Gandaera Hendana.

Keempat perusahaan ini akan menormalisasi Sungai Kerumutan sepanjang 8 Kilometer dalam waktu dekat.

Padahal panjang sungai yang musti dikembalikan ke wujud aslinya mencapai 12 Km sesuai kesepakatan.

"Empat perusahaan itu sudah siap dan sepakat untuk mengumpulkan dana dalam normalisasi sungai. Untuk sementara ini hanya 8 kilometer dulu," kata Kepala DLH Pelalawan, Eko Novitra kepada tribunpekanbaru.com, Jumat (17/12/2021).

Kempat perusahaan itu telah bertemu dan melanjutkan pembersihansungai yang terbentang di hutan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan itu, tanpa harus menunggu tiga perusahaan lainnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved