Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Terasa Makin Hilang, DPRD Pekanbaru Minta Pelaku Usaha Ikut Gaungkan Lagi Kearifan Budaya Melayu

DPRD Pekanbaru meminta pelaku usaha ikut menggaungkan lagi kearifan Budaya Melayu.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
DPRD Pekanbaru
DPRD Pekanbaru meminta pelaku usaha ikut menggaungkan lagi kearifan Budaya Melayu. FOTO: Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru H Fathullah saat mengikuti suatu rapat, Senin (20/9/2021) di ruang Komisi II. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - DPRD Pekanbaru meminta pelaku usaha ikut menggaungkan lagi kearifan Budaya Melayu.

Kota Pekanbaru indentik dengan Melayu. Namun sayang, nuansa Melayu tersebut kini sudah makin terkikis, bahkan makin hilang.

Kondisi ini bisa dilihat di perkantoran pemerintah atau swasta, tempat kuliner, bandara, pelabuhan, terminal, pusat perbelanjaan, mal hingga tempat rekreasi.

Hal tersebut diakui oleh Anggota DPRD Pekanbaru yang juga tokoh Melayu Pekanbaru H Fathullah SH MH.

Katanya, pemerintah dan pihak terkait, termasuk LAMR saat ini terlihat, agak kurang membumikan nuansa Melayu lagi di kota ini.

Padahal, payung hukum atau Perda Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Pekanbaru, sudah disahkan pada tahun 2016 lalu.

"Kami sangat miris melihat ini. Makin ke sini makin hilang. Ini harus disemarakkan lagi, karena Melayu adalah identitas Kota Pekanbaru," harap Fathullah kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (19/12/2021).

Fathullah yang juga penasehat LAMR Pekanbaru ini menghimbau dan mengajak semua pihak, terutama pelaku usaha, untuk mempertegas dan memperjelas lagi identitas Melayu di tempat usahanya.

Seperti halnya dengan mewajibkan para karyawannya memakai tanjak Melayu, atau identitas melayu lainnya di tempat usahanya.

Karena sampai hari ini bisa dilihat, hampir tidak ada tempat usaha, kuliner atau pun cafe, yang mengusung identitas Melayu ini.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved