Breaking News:

Bangkit dari Pandemi bersama Industri Rayon: Memulihkan Perekonomian, Membangun Keberlanjutan

Kemudian raksasa Inditex juga menyatakan komitmen untuk menciptakan produk yang berkelanjutan. Salah satu menggunakan bahan viscose.

Tribun Pekanbaru/Ariestia
Proses pengolahan kayu menjadi tekstil dari bahan viscose rayon. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Ringan, halus tapi mampu menyerap air dengan baik. Sekilas terlihat berkilau. Saat bersentuhan dengan kulit terasa lembut dan tidak menempel. Teksturnya menyerupai sutra. Demikian karakteristik viscose atau rayon, jenis kain serat alami yang berasal dari bubur kayu pohon.

Viscose rayon punya sejarah panjang. Diproduksi massal pada tahun 1883, kala itu viscose rayon dipilih sebagai alternatif bahan tekstil selain sutra.  Hingga sekarang menjelma menjadi bahan yang paling banyak digunakan di dunia.

Tercatat sekitar 6 juta ton serat viscose rayon diproduksi setiap tahun hanya untuk industri tekstil dan diperkirakan akan tumbuh sekitar 8 persen.

Peningkatan itu, bukan tanpa sebab. Mengingat nilai lebih viscose rayon ini juga bertambah, jika semula kain ini jamak digunakan dalam industri garmen untuk bahan pakaian dan perlengkapan busana, viscose rayon kini juga dipakai sebagai pelengkap perabot rumah tangga seperti seprai, selimut, tirai.

Kemudian, beberapa industri beralih menggunakan kain jenis ini, seperti perabot rumah sakit, benang ban, serta perlengkapan kesehatan pribadi semacam pembalut wanita dan popok.

Lalu, bahan viscose rayon juga dinilai lebih ramah lingkungan mengingat kain ini terbuat dari kayu selulosa, serat alami yang sama sekali tidak mengandung plastik dan mudah terurai di tanah.

Hal ini jugalah yang mendorong banyak merk ternama beralih menggunakan bahan viscose rayon.

Seperti H&M yang mengumumkan mulai 2020 akan memastikan menggunakan bahan dari sumber yang lebih berkelanjutan.

Kemudian raksasa Inditex juga menyatakan komitmen untuk menciptakan produk yang berkelanjutan. Salah satu menggunakan bahan viscose.

Berangkat dari hal itu, Viscose diyakini akan menjadi tren baru di industri fesyen. Apalagi seluruh negara saat ini gencar mengkampanyekan ekonomi berkelanjutan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved