Breaking News:

DPRD Pekanbaru

DPRD Pekanbaru Tolak Rencana Kenaikan Tarif Parkir Tepi Jalan, Masyarakat Sedang Susah

Rencana Dishub Pekanbaru akan menaikkan tarif parkir tepi jalan, mendapat penolakan dari Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru H Fathullah.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
TRIBUNPEKANBARU.COM/FERNANDO SIKUMBANG
Rencana Dishub Pekanbaru akan menaikkan tarif parkir tepi jalan, mendapat penolakan dari Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru H Fathullah. FOTO: Juru parkir di Jalan Sutomo, Kota Pekanbaru. Ada wacana Pemerintah Kota Pekanbaru menaikkan tarif parkir tepi jalan hingga timbul pro kontra. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Rencana Dishub Pekanbaru akan menaikkan tarif parkir tepi jalan, mendapat penolakan dari Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru H Fathullah.

Politisi senior ini menilai, belum tepat rencana kenaikan tarif parkir tersebut sekarang.

Di samping ekonomi baru menggeliatkan setelah dihantam pandemi, masyarakat Kota Pekanbaru kini masih dalam kondisi susah.

Dengan demikian, pemerintah jangan pula membuat terobosan yang mencekik masyarakat.

Seperti diketahui, sesuai Perda Kota Pekanbaru, tarif parkir tepi jalan umum saat ini, roda dua Rp 1000 dan roda empat Rp 2.000. Dishub rencana akan menaikkan seperti beberapa kota besar lainnya di Indonesia. Namun angkanya masih dalam kajian.

"Atas alasan apapun, saya menolak kenaikan ini. Bahkan ini sudah saya ada sampaikan ke Dishub," tegas Fathullah kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (20/12/2021 ).

Saat ini, parkir tepi jalan umum yang berganti nama dengan jasa pelayanan sudah dipihak ketigakan. Dishub selaku OPD terkait, seharusnya sekarang bukan menaikkan tarif, tapi lebih kepada pengembangan titik parkir. Tentunya, dengan melihat potensi dalam mendongkrak PAD-nya.

Bahwa adanya zona-zona parkir yang diserahkan ke pihak ketiga tersebut, harus dikawal, sehingga jangan sampai offside. Titiknya, harus disesuaikan dengan kontrak, begitu juga zona yang yang masih dikuasai Dishub harus dikelola dengan benar.

"Ekonomi masyarakat masih Dihantui pandemi. Bahkan ada pula rencana PPKM tahun depan. Jadi, jangan seenaknya saja menaikkan tarif (parkir), " pintanya.

Fathullah meminta kepada Dishub, agar fokus mengawasi dan mengontrol parkir yang sudah diserahkan ke pihak ketiga, dan diharapkan jangan sampai gagal lagi.

"Sekarang kita lihat di lapangan masih terjadi konflik di beberapa titik yang dikuasai Dishub, ada orang lama diputus kerjasamanya sepihak, ini harus dibenahi sampai duduk," katanya.

Disampaikan Fathullah lagi, jika bicara PAD, dirinya sangat mendukung. Namun perlu pertimbangan, supaya masyarakat bisa menerima kebijakan itu, jangan sampai menjadi masalah baru.

Untuk mengetahui lebih jelas wacana ini, Fathullah akan mengagendakan pemanggilan Dishub untuk digelar hearing. "Sekaligus nanti kita tanyakan PAD parkir tahun ini, apakah sesuai target atau tidak," janjinya.

Kepala Dishub Pekanbaru Yuliarso mengatakan, tarif parkir di Kota Pekanbaru saat ini menjadi salah satu yang termurah se Indonesia.

"Makanya kita mengusulkan seperti kota-kota lainnya. Namun ini tetap dikaji ulang lagi. Tujuan lainnya, kenaikan tarif juga untuk dapat mengurangi kepadatan titik parkir. Tapi ini baru sekadar wacana," tegasnya. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved