Breaking News:

Pengusaha Sawit Tilap Pajak Hingga Rp 15 M, Kejari Pekanbaru Titipkan Pelaku ke Mapolda Riau

RA, Direktur Utama PT SSPT ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana perpajakan karena nyata-nyata merugikan negara hingga Rp15 miliar.

Penulis: Rizky Armanda | Editor: CandraDani
Tribunpekanbaru//Rizky Armanda
Proses penyerahan tersangka dan barang bukti kasus tindak pidana perpajakan dari PPNS Kanwil DJP Riau ke Kejari Pekanbaru, Senin (20/12/2021) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Kejaksaan Negeri Pekanbaru, menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti (BB) kasus tindak pidana perpajakan dari Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Provinsi Riau, Senin (20/12/2021).

Tersangka dalam perkara ini adalah pria berinisial RA, Direktur Utama PT SSPT.

Akibat perbuatannya, negara mengalami kerugian hampir Rp15 miliar.

Kegiatan serah terima berlangsung di Kantor Korps Adhyaksa Pekanbaru di Jalan Jenderal Sudirman.

Kepala Kejari Pekanbaru, Teguh Wibowo, memimpin langsung kegiatan yang disebutkan juga tahap II ini.

"Hari ini kita terima pelimpahan tersangka dan barang bukti perkara tindak pidana perpajakan," kata Teguh Wibowo, didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Pekanbaru, Agung Irawan.

Dijelaskannya, untuk tersangka ditahan, dengan sementara dititipkan di Mapolda Riau.

Kasus ini, ditangani oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kanwil DJP Riau, melalui Koordinasi dan Pengawas (Korwas) PPNS Polda Riau.

Sesuai dengan Pasal 32 UU Ketentuan Umum Perpajakan (KUP), tersangka RA dinilai sebagai orang yang bertanggung jawab dalam menjalankan hak dan memenuhi kewajiban sesuai dengan ketentuan perundang-undangan perpajakan.

Kegiatan usaha SSPT sendiri, bergerak di bidang industri minyak kelapa sawit dan turunannya.

Tersangka RA, menandatangani dokumen faktur pajak yang diterbitkan atas nama SSPT dan Surat Pemberitahuan (SP) juga atas nama SSPT, yang dilaporkan pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bangkinang yang beralamat di Jalan Cut Nyak Dien, Nomor 4 Pekanbaru.

Faktur pajak merupakan bukti atas pemungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) oleh SSPT atas transaksi penjualan, penyerahan barang dan atau jasa.

Tersangka RA adalah orang yang mengambil keputusan atau kebijakan untuk membayar sebagian PPN yang telah dipungut oleh perusahaan selama masa pajak Juli 2014 sampai dengan Maret 2015.

SSPT menerbitkan faktur pajak dan memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari para lawan transaksi pada saat melakukan transaksi penyerahan barang dan atau jasa kepada para customer SSPT, namun tidak seluruh PPN yang telah dipungut tersebut disetor ke kas negara dan tidak seluruhnya dilaporkan dalam laporan SPT Masa PPN.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved