Breaking News:

Berita Pekanbaru

Protes Jalan Rusak karena Proyek IPAL, Warga Jalan Rajawali Pekanbaru Aksi Tanam Pisang

Warga di sekitar Jalan Rajawali Pekanbaru menggelar aksi protes terhadap proyek IPAL dengan menanam pisang di jalan rusak.

Penulis: Fernando | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Warga di sekitar Jalan Rajawali Pekanbaru menggelar aksi protes terhadap proyek IPAL dengan menanam pisang di jalan rusak. FOTO ILUSTRASI: Pengendara kendaraan berhati-hati saat melintas di Jalan Mangga Pekanbaru yang rusak akibat bekas galian Instalasi Perpipaan Air Limbah (IPAL), Kamis (21/10/2021). (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir)  

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Warga di sekitar Jalan Rajawali Pekanbaru menggelar aksi protes terhadap proyek Instalasi Perpipaan Air Limbah (IPAL) dengan menanam pisang di jalan rusak.

Mereka menunjukkan protes kepada kontraktor dengan menanam pohon pisang di badan jalan.

Pohon pisang itu ditanam di tengah jalan yang rusak akibat galian proyek. Kondisi ruas Jalan Rajawali yang lokasinya tidak jauh dari pemakaman umum rusak berat.

Masyarakat pun merasa keberatan dengan kondisi tersebut lantaran kerusakan jalan itu menganggu aktivitas sehari-hari. Mereka pun meminta agar kontraktor segera memperbaiki ruas jalan rusak.

Masyarakat di kawasan itu hanya memberi satu minggu kepada kontraktor  untuk membenahi ruas jalan rusak ini. Mereka menegaskan bahwa aksi ini merupakan aksi kedua.

"Kami minta pemilik proyek agar segara memperbaiki jalan kami, kami sepakat beri waktu seminggu supaya diperbaiki," terang satu warga, Ade Putra kepada Tribunpekanbaru.com di sela aksi.

Dirinya mengatakan bahwa masyarakat di kawasan itu kembali menggelar aksi karena kontraktor tidak menggubris tuntutan masyarakat. Mereka pun menanam pohon  pisang di tengah jalan sebagai bentuk protes.

Jalan yang rusak di kawasan ini kurang lebih 50 meter. Ia menyebut dampak jalan di kawasan itu rusak yakni sejumlah masyarakat yang menggelar dagangan mulai merugi.

"Kami juga kena banjir, kendaraan pun tidak bisa dilintasi, jalan ini juga sudah ditutup selama hampir dua bulan ini," paparnya.

Mereka mengaku kontraktor harus segera menuntaskan pengerjaan proyek IPAL ini. Masyarakat pun ingin jalan yang rusak harus segera diperbaiki.

"Kami minta keadilan, mohon pengertian mohon pertimbangan masyarakat kecil yang merugi  dengan adanya proyek ini," ujarnya.

(Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved