Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Raihan Pajak Reklame Dinilai Belum Maksimal, DPRD Pekanbaru Minta Bapenda Terus Gali Potensi PAD

DPRD Pekanbaru terus menyorot Bapenda, dalam rangka pencapaian target PAD tahun 2021 ini.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Net
DPRD Pekanbaru terus menyorot Bapenda, dalam rangka pencapaian target PAD tahun 2021 ini. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - DPRD Pekanbaru terus menyorot Bapenda, dalam rangka pencapaian target PAD tahun 2021 ini.

Meski Bapenda mengklaim, hingga pertengahan Desember ini, sudah berhasil mengumpulkan PAD Rp 560,53 miliar, atau meningkat 8,5 persen dari tahun 2020.

Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru H Fathullah SH MH mengatakan, bahwa capaian PAD Rp 560,53 miliar ini, tidak membuat Bapenda Pekanbaru jumawa. Sebab, masih ada beberapa sektor lainnya yang harus digali potensi pajaknya.

Apalagi sekarang roda ekonomi di Kota Pekanbaru, sudah menggeliat. Bapenda dengan kekuatannya, harus bisa memaksimalkan potensi-potensi yang ada.

"Yang pertama, kita harus memuji keberhasilan Bapenda dalam mengumpulkan PAD, di masa pandemi 2021 ini. Meski masih jauh dari target, tapi jumlah ini sudah maksimal," tegas Fathullah kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (20/12/2021).

Seperti diketahui, target PAD Kota Pekanbaru selama tahun 2021 ini sebesar Rp 800 miliar. Namun target tersebut tidak bisa direalisasikan, karena sepanjang tahun pemerintah menerapkan PPKM.

Lebih lanjut disebutkan Fathullah, potensi PAD di Kota Pekanbaru ini, tidak hanya dari 11 sektor yang sering diunggulkan. Seperti halnya sektor pajak restoran, reklame, PPJ, dan BPHTB.

Di antara sektor tersebut pun diyakini tidak maksimal. Bahkan untuk sisi pajak reklame seharusnya bisa lebih banyak ditarik.

"Kita sama-sama lihat, Kota Pekanbaru sekarang sudah jadi hutan reklame. Di mana-mana ada tiang reklame. Harusnya kan pajaknya besar dari sini. Sampai sekarang, kita yakini tidak maksimal pajak reklame ini ditagih," sebut Fathullah lagi.

Karenanya, di sisa waktu hingga akhir tahun 2021 ini, Bapenda bisa memaksimalkan penarikan pajak reklame tersebut.

"Begitu halnya untuk tahun Depan, Bapenda harus lebih banyak lagi menarik pajak di semua sektor," harapnya.

Kepala Bapenda Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin menjelaskan, angka Rp560 miliar lebih yang diraih untuk PAD tersebut, dominan ditarik dari 11 sektor unggulan pajak.

Dibandingkan tahun 2020 lalu, capaian PAD nya hanya di angka Rp518 miliar.

"Jadi, beberapa jenis pajak yang mencapai target itu, di antaranya BPHTB, restoran, reklame dan PPJ. Tentu hingga akhir tahun, akan kita kebut lagi raihannya," janji Zulhelmi Arifin. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved