Breaking News:

Berita Pekanbaru

Rugi Puluhan Juta Rupiah karena Galian IPAL, Warga Kesal Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak

Kesal dengan galian IPAL warga Jalan Rajawali tanam pohon pisang di tengah jalan tepatnya di depan TPU Sukajadi.

Penulis: Rino Syahril | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Rino Syahril
Kesal dengan galian IPAL dan mengakibatkan kerugian yang besar, Senin (20/12/2021) warga Jalan Rajawali tanam pohon pisang di tengah jalan tepatnya di depan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sukajadi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kesal dengan galian IPAL dan mengakibatkan kerugian yang besar, Senin (20/12/2021) warga Jalan Rajawali tanam pohon pisang di tengah jalan tepatnya di depan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sukajadi.

Pantauan Tribunpekanbaru di Jalan Rajawali, Sukajadi, selain menanam pohon pisang warga juga memasang spanduk ungkapan kekesalan mereka kepada perusahaan dan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.

Kekesalan warga itu memuncak karena jalan Rajawali depan TPU Sukajadi ditutup total oleh pihak kontraktor yang mengerjakan proyek IPAL tersebut.

Pasalnya akibat penutupan itu warga yang membuka usaha mengalami kerugian besar yang mencapai puluhan juta rupiah, karena tidak ada yang lewat.

Kesal dengan galian IPAL dan mengakibatkan kerugian yang besar, Senin (20/12/2021) warga Jalan Rajawali tanam pohon pisang di tengah jalan tepatnya di depan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sukajadi.
Kesal dengan galian IPAL dan mengakibatkan kerugian yang besar, Senin (20/12/2021) warga Jalan Rajawali tanam pohon pisang di tengah jalan tepatnya di depan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sukajadi. (Tribun Pekanbaru/Rino Syahril)

Menurut Mistam yang memiliki 10 kedai, sejak penggalian IPAL itu dirinya mengalami kerugian cukup besar, karena terpaksa menurunkan sewa kedainya.

"Sejak Januari lalu sewa kedai saya turunkan Rp 200 ribu dari Rp 1 juta perbulan dan totalnya selama 11 bulan kerugian saya mencapai Rp 22 juta," ujarnya.

Kemudian Mawarni yang memiliki 4 kedai juga menyampaikan hal yang sama. "Sejak penutupan jalan ini kedainya ada yang kosong dan ada yang menyewa. Kalaupun ada yang menyewa usaha mereka terus merugi. Sewanya sudah saya turunkan Rp 100 ribu dari Rp 1 juta," ucapnya.

Selanjutnya Adi yang memiliki usaha Keripik tepat disamping jalan yang tutup itu mengaku sejak penutupan jalan ini dagangannya kurang laku biasanya jual beli sehari Rp 500 ribu per hari dan sekarang hanya Rp 50 ribu sehari bahkan ada tidak jual beli sama sekali.

"Kalau ini terus dibiarkan tentunya saya sangat rugi dan saya jualan keripik disini sejak 10 tahun yang lalu," ujarnya.

Kesal dengan galian IPAL dan mengakibatkan kerugian yang besar, Senin (20/12/2021) warga Jalan Rajawali tanam pohon pisang di tengah jalan tepatnya di depan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sukajadi.
Kesal dengan galian IPAL dan mengakibatkan kerugian yang besar, Senin (20/12/2021) warga Jalan Rajawali tanam pohon pisang di tengah jalan tepatnya di depan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sukajadi. (Tribun Pekanbaru/Rino Syahril)

Kompensasi yang diharapkan warga selama ini tidak pernah dihiraukan pihak perusahaan PT Hutama Karya dan pemerintah. Padahal akibat penggalian IPAL itu banyak kerugian yang dialami warga dan pedagang. Selain itu TPU Sukajadi yang tepat di pinggir jalan Rajawali itu juga hampir ambrol karena galian tersebut.

"Belum lagi debu kalau hari panas dan becek kalau hari hujan," ujar Mistam.

Pengerjaan ini jelas Mistam berlangsung sudah 11 bulan dan sampai sekarang belum juga selesai. Kalau belum selesai juga entah berapa lagi kerugian yang dialami masyarakat dan pedagang."Oleh karena itulah kami minta perhatian dari perusahaan dan Pemko Pekanbaru agar ada kompensasi untuk kami," ucapnya.

Rumah Retak dan Kebanjiran

Suyatin yang buka usaha Bude Laundry juga mengalami kerugian cukup besar, selain untung usahanya terus berkurang, kedai tempat dirinya buka usaha juga banyak yang retak-retak dan hampir roboh.

"Lihat ini rumah kami banyak yang retak-retak dan hampir roboh," ujarnya.

Kemudian tambahnya, kalau hari hujan kebanjiran karena parit ditutup dan jalan berlumpur.

"Hal ini sudah pernah saya sampaikan ke pihak perusahaan, tapi sampai sekarang tidak ada perhatian mereka," ujar Suyatin.

Ditambah lagi pengerjaan terus mandek dan bukannya dipercepat.

"Bukannya setiap hari dikerjakan dan sudah seminggu ini tidak dikerjakan dan kami tidak tahu apa masalahnya. Kami mohon dipercepatla selesainya penggalian IPAL ini," ucap Suyatin dengan suara lirih. (Tribunpekanbaru.com/Rino Syahril)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved