Breaking News:

DPRD Pekanbaru

DPRD Pekanbaru Wanti-wanti DLHK Pengangkutan Sampah Awal Tahun, Siapkan Alternatif

Pengelolaan sampah nampaknya terus disorot kalangan DPRD Pekanbaru. Apalagi di awal tahun, biasanya pengelolaan sampah sangat buruk.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
Pengelolaan sampah nampaknya terus disorot kalangan DPRD Pekanbaru. Apalagi di awal tahun, biasanya pengelolaan sampah sangat buruk. FOTO: Satu truk operator mengangkut sampah di TPS depan Pasar Pagi Arengka, Kota Pekanbaru. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pengelolaan sampah nampaknya terus disorot kalangan DPRD Pekanbaru. Apalagi di awal tahun, biasanya pengelolaan sampah sangat buruk.

Seperti awal tahun 2021 lalu, tiga bulan lebih pengelolaan sampah kacau, karena saat itu lelang kegiatannya masih berproses.

Kondisi tersebut hampir sama dengan tahun 2022 ini. Bedanya, sekarang proses tender sudah mendapatkan pemenangnya, serta sudah masuk masa sanggah.

Pekan depan, masa sanggah sudah selesai, yang selanjutnya masuk masa tahap penandatanganan kontrak. Seperti diketahui, pemenang lelang proyek pengelolaan sampah Kota Pekanbaru tahun 2022 masih perusahaan sebelumnya, yakni PT Samhana Indah dan PT Godang Tua Jaya.

Meski proses tendernya cepat, Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Roni Pasla tetap menyarankan, agar DLHK Pekanbaru selaku OPD yang bertanggung jawab, tetap menyiapkan alternatif, jika kontrak kerja di awal tahun belum bisa terealisasi.

"Harus ada plan A plan B nya. Kita tidak mau seperti awal tahun 2021 lalu, tiga bulan sampah tak terangkut," tegas Roni Pasla kepada Tribunpekanbaru.com, Selasa (21/12/2021).

Politisi PAN ini juga menyampaikan, agar DLHK Pekanbaru tidak main-main lagi, untuk mengawasi kerja pihak ketiga.

Terutama memastikan semua kontrak yang tertera, dalam hal pengangkutan sampah, dilaksanakan maksimal oleh pihak ketiga.

Mulai dari pengambilan sampah dari rumah ke rumah, kepastian jumlah armada yang ideal mengangkut sampah, hingga tenaga kerjanya.

Sebab, hal ini nanti bisa dijadikan alasan bagi pihak ketiga, karena tidak termaktub di dalam kontrak. Apalagi sekarang nilai kontrak untuk dua perusahaan ini dari APBD 2022 sebesar Rp 58 miliar.

"Pola kerja tahun 2021 ini harus diubah. Kita tidak mau masalah sampah ini selalu meresahkan. DLHK harus memastikan ini, meski sebagian anggota DPRD sempat menolak di pihak ketigakan," tegasnya.

Lelang jasa angkutan persampahan di zona I dimenangkan PT Godang Tua Jaya. Nilai pagu di zona I  Rp27.767.841.246,00. Penawaran yang diberikan PT Godang Tua Jaya sebesar Rp27.382.809.518,40.

Sedangkan di zona II, dimenangkan PT Samhana Indah. Nilai pagu zona 2 ini sebesar Rp28.751.521.800,00. Nilai penawaran yang diberikan PT Samhana Indah sebesar Rp28.321.900.001,11.

Wilayah Zona 1 dan zona 2 ini sebanyak 12 kecamatan, selain Kecamatan Rumbai Timur, Rumbai dan Rumbai Barat. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved