Breaking News:

Berita Pelalawan

Eks Kades Merbau Dituntut Penjara 18 Bulan dan Denda Rp 500 Juta Lebih, Kuasa Hukum Tak Terima

Kuasa hukum mantan Kades Merbau Kecamatan Bunut tak terima tuntutan 18 bulan penjara dan denda Rp 50 Juta kepada kliennya dan bakal ajukan pledoi.

Penulis: johanes | Editor: CandraDani
istimewa
Kejari Pelalawan menerima pelimpahan tahap ll kasus dugaan Tipikor penyalahgunaan APBDes Merbau tahun 2018 dari penyidik Satreskrim Polres Pelalawan, Selasa (31/8/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan menyampaikan tuntutan terhadap terdakwa perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Desa Merbau tahun 2018.

Sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tuntutan JPU terhadap terdakwa Edy Maskor yang merupakan mantan Kepala Desa (Kades) Merbau Kecamatan Bunut.

Sidang digelar di Pengadilan Tipikor Kota Pekanbaru sekitar pukul 16.00 wib yang dipimpin majelis hakim diketuai oleh Dr. Dahlan SH MH didampingi hakim anggota Iwan Irawan SH MH dan Andrian HB Hutagalung SH MH. Sedangkan JPU Kejari Pelalawan yakni Jumieko Andra SH dan penasihat hukum terdakwa Try Rengga Putra SH.

Terdakwa Edy Maskor dituntut dengan pidana penjara, pidana denda, dan Uang Pengganti (UP) terhadap kerugian negara yang ditimbulkan dalam perkara penyimpangan APBDes tahun 2018 itu.

Eks Kades Merbau itu dinilai terlah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi menyalahgunakan kewenangan berdasarkan dakwaan subsidair.

Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 Jo Pasal 4 Jo Pasal 18 Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Kita tuntut hukuman pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan dikurangi masa tahanan selama ini serta terdakwa tetap ditahan," ungkap Kepala Seksi Intelijen Kejari Pelalawan, FA Huzni SH, kepada Tribunpekanbaru.com, Selasa (22/12/2021).

Edy Maskor juga dikenakan denda pidana sebesar Rp 50 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar terdakwa maka harus menjalani pidana kurungan selama tiga bulan.

Mantan Kades itu juga dihukum membayar UP sebesar Rp.573.022.000,00.

Untuk UP ini, jaksa langsung menyita uang titipan yang diserahkan terdakwa Edy Maskor kepada penyidik kepolisian saat proses penyidikan perkara, yang kemudian diserahkan ke Kejari Pelalawan ketika proses tahap ll kasus rasuah itu.

"Jadi kita tinggal mengambilnya saja nanti sebagai UP. Kerugian negara itu sesuai dengan LHP dari Inspektorat Pelalawan. Tinggal pidana penjara dan pidana denda," tandas Huzni.

Huzni menyebutkan, setelah pembacaan tuntutan, penasihat hukum terdakwa Edy Maksor tidak terima dengan tuntutan itu.

Pihaknya akan mengajukan pledoi atau nota pembelaan pada persidangan selanjutnya Rabu (29/12/2021) mendatang. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved