Breaking News:

Berita Pelalawan

Pengambilan Sumpah dan Janji 104 PNS Pelalawan, Bupati Zukri: Jangan Minta Jabatan ke Tim Sukses

Pengambilan sumpah dan janji 104 PNS Pelalawan menjadi momen Bupati Zukri untuk mengingatkan agar jangan minta jabatan ke tim sukses.

Penulis: johanes | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Johannes Tanjung
Pengambilan sumpah dan janji 104 PNS Pelalawan menjadi momen Bupati Zukri untuk mengingatkan agar jangan minta jabatan ke tim sukses. FOTO: Bupati Zukri memimpin pengambilan sumpah dan janji 104 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan, Selasa (21/12/2021) di auditorium lantai lll kantor bupati. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Pengambilan sumpah dan janji 104 PNS Pelalawan menjadi momen Bupati Zukri untuk mengingatkan agar jangan minta jabatan ke tim sukses.

Bupati Pelalawan H Zukri mengingatkan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) agar tidak meminta jabatan kepada tim sukses bupati dan wakil bupati pada Pilkada tahun 2020 lalu, karena hal itu tidak akan berhasil.

Pengucapan sumpah PNS digelar di auditorium lantai lll kantor bupati yang diikuti semua pegawai yang sudah waktunya diambil sumpah dan janji sebagai abdi negara.

Dalam sambutannya, Zukri menyampaikan PNS sebagai ladang pengabdian kepada masyarakat, daerah, maupun negara. PNS harus bekerja dengan ikhlas dan tidak terbebani dalam melayani warga.

Karena tugas dan tanggungjawab sebagai pegawai cukup berat, tetapi akan mudah dijalani apabila berkerja dengan tulus tanpa harus mementingkan ego pribadi.

Apalagi, lanjut Zukri, sumpah PNS siap ditempatkan dimana saja di wilayah Pelalawan. Ini harus dilaksanakan dan ditaati sesuai aturan, khususnya bagi tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.

Saat ini wilayah pesisir seperti Kecamatan Kuala Kampar dan Teluk Meranti sangat membutuhkan guru dan bidan desa.

"Ada aturan 10 tahun tak boleh, itu harus dijalani dan jangan langsung meminta dipindahkan. Layani masyarakat di sana dengan sepenuh hati," tandas Zukri dihadapan para pegawai.

Kedepan Zukri tidak mau mendengar ada oegawia minta pindah dengan menghubungi bupati, wakil bupati, kepala dinas, atau keluarganya di pemerintahan. Padahal belum layak pindah sesuai aturan, tapi memaksa harus dipindahkan segera. Kemudian, tegas Zukri, ada yang meminta dinaikan jabatannya dengan melobi berbagai pihak.

"Jangan minta jabatan ke tim sukses bupati atau ke bupati, wakil bupati, dan pejabat lainnya. Itu tidak berarti. Saya ingatkan sekarang, agar tidak terjadi di kemudian hari," imbuh Zukri.

Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pelalawan, Fakhrurrozi menyebutkan, ada 104 PNS yang mengikuti pengucapan sumpah dan janji.

Hal itu sesuai dengan Undang-undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang diangkat menjadi PNS wajib melakukan sumpah dan janji sebagai PNS.

"Ini merupakan gelombang kedua pengucapan sumpah dan janji PNS. Sebelumnya sudah ada 150 orang gelombang pertama. Sekarang ada 104 orang," beber Fakhrurrozy.

PNS yang mengambil sumpah itu berasal dari dua instansi yakni tenaga pendidikan dan tenaga kesehatan yang akan ditugaskan di kecamatan dan desa-desa. Mereka merupakan pengangkatan tahun 2019 silam dari CPNS menjadi PNS. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved