Breaking News:

DPRD PEKANBARU

Anggota DPRD Arwinda Tinjau Jalan di Payung Sekaki yang Jadi 'Kubangan Kerbau' Akibat Galian IPAL

Warga, melalui RW dan Lurah sudah beberapa kali melapor ke pihak kontraktor pelaksana galian IPAL PT Adhi Karya,namun tak direspon sama sekali

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: CandraDani
Tribunpekanbaru/Syafruddin
Anggota DPRD Pekanbaru Hj Arwinda Gusmalina bersama perangkat RW 12 Bambu Kuning, Tenayan Raya, meninjau Jalan Payung Sekaki yang hancur dan menjadi kubangan kerbau akibat lalu lalang alat berat galian IPAL, Rabu (22/12/2021). Saf 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Warga RW 12 Kelurahan Bambu Kuning, Tenayan Raya, Pekanbaru kini mengeluhkan akses jalan yang hancur, akibat lalu lalang alat berat galian IPAL, di kawasan tersebut. Jalan hancur yang kini jadi kubangan kerbau tersebut, sudah sekitar satu bulan setengah.

Dampak ini juga, membuat belasan rumah warga yang berada di sekitar jalur tersebut jadi banjir, jika hujan mengguyur.

Kondisi ini sudah beberapa kali dilaporkan warga, melalui perangkat RW ke Lurah setempat, serta ke pihak kontraktor pelaksana galian IPAL PT Adhi Karya. Namun tidak ada respon sama sekali.

Anggota DPRD Pekanbaru Hj Arwinda Gusmalina yang mendapatkan laporan ini, langsung turun ke lokasi dan meninjau langsung kondisi jalan yang hancur tersebut, bersama perangkat RW 12 dan warga.

Ketua RW 12 Bambu Kuning, Istiqori kepada Tribunpekanbaru.com di lokasi menyebutkan, bahwa alat berat PT Adhi Karya yang melintasi jalan ini, sejak empat bulan lalu.

Mereka masuk tanpa izin, hingga sekitar 500 meter jalan menuju lokasi mereka bekerja, di tempat pembuangan akhir IPAL di Sungai Teleju dan Sungai Siak, hancur.

"Dulu sebelum alat berat itu lalu lalang, jalan kami ini bagus. Jalan kami di sini pengerasan pakai pasir batu. Sekarang hancur dari ujung aspal sampai pertengahan jalan ini," sebut Istiqori.

Disampaikannya, Jalan Payung Sekaki ini banyak warga yang melintasinya setiap hari. Apalagi di ujung jalan ini terdapat dua sekolah negeri, yakni SMPN 38 dan SDN 140 Pekanbaru.

Tidak hanya rumah warga banjir akibat lalu lalang truk dan alat berat galian IPAL, beberapa warga dan anak sekolah sudah banyak yang jatuh. Apalagi hujan, jalan licin dan becek.

Disinggung apakah sudah ada pertemuan warga dengan pihak kontraktor?

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved