Breaking News:

Viscose Rayon APR, Bawa Riau ke Kancah Nasional Hingga Global

Viscose rayon APR membawa nama Riau ke kancah nasional hingga global melalui serat industri tekstil dan fashion bermotif kultur lokal.

Penulis: Ariestia | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Ariestia
Viscose rayon APR membawa nama Riau ke kancah nasional hingga global melalui serat industri tekstil dan fashion bermotif kultur lokal. FOTO: Stand APR pada gelaran Muslim Fashion Festival (Muffest) pada Februari 2020 lalu di Jakarta. 

Pernah membayangkan mengenakan kayu yang diubah menjadi pakaian? Nah, bagi yang sudah mengetahuinya pasti kenal dengan viscose rayon atau serat viskosa. Sejuk dan nyaman saat digunakan. Namun fakta yang tak kalah menarik, viscose rayon membawa nama Riau ke kancah nasional melalui fashion bermotif kultur lokal. Selain itu produk serat viskosa dari Riau tak hanya dibutuhkan di Indonesia, tapi juga banyak negara di dunia

TERNYATA bukan cuma kapas, kepompong ulat sutra, rambut hewan atau serat sintetis saja yang bisa dipintal jadi kain, kayu pun bisa jadi pakaian yang sangat nyaman.

Bahkan Presiden Joko Widodo saat kunjungan kerja di Pelalawan Riau, sempat mengaku dibuat heran saat mengetahui ternyata kayu bisa disulap menjadi pakaian. Hal itu ia ungkapkan saat meresmikan pabrik PT Asia Pacific Rayon (APR) di komplek PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau pada Jumat (21/2/2020).

"Saya heran, kok kayu, serat kayu bisa jadi kain, pakaian gitu loh. Ini sangat luar biasa. Tadi pas ditunjukin kepada saya cara pengolahannya," kata Jokowi dari atas podium yang disambut tepuk tangan. 

Saat ini kebutuhan serat viskosa terus meningkat di dunia. Fibre2Fashion memprediksi konsumsi viscose rayon di Asia Pasifik pada tahun 2023 akan meningkat signifikan, termasuk Indonesia di posisi ketiga, setelah China dan India.

Indonesia, khususnya Riau berpotensi memenuhi kebutuhan tersebut karena telah  memproduksi viscose melalui Asia Pacific Rayon (APR). Viscose rayon dari APR terbuat dari 100 persen selulosa kayu. Bahan baku tumbuh dan diolah hingga menjadi serat di Kabupaten Pelalawan Riau.

Proses pengolahan kayu menjadi tekstil dari bahan viscose rayon.
Proses pengolahan kayu menjadi tekstil dari bahan viscose rayon. (Tribun Pekanbaru/Ariestia)

Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Muhammad Lutfi, Rabu (1/12/2021) lalu melepas pengiriman produk APR ke pasar global dan domestik secara resmi dari Pangkalan Kerinci, Pelalawan.

Wakil Gubernur Riau Edy Natar yang ikut mendampingi acara saat itu mengkaitkan momen tersebut dengan kebangkitan perekonomian Riau. Termasuk peran APR dalam mencapai realisasi investasi untuk meningkatkan kesejahtereaan masyarakat.

“Kita semua berharap dengan adanya pabrik rayon di Riau ini dapat meningkatkan produk domestik bruto Provinsi Riau sebesar 1,49 persen dari sektor non-migas serta mendorong geliat industri kecil dan menengah di beberapa sektor usaha yang terlibat dalam kegiatan operasional pabrik. Hal ini dapat membawa efek berantai bagi pembangunan ekonomi berkelanjutan di Riau,” sebutnya.

Populerkan Batik Berbahan Viscose dari Riau ke Tingkat Nasional

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved