Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Tempat Keramaian Wajib Pasang Aplikasi Lindungi, Anggota DPRD Pekanbaru Beri Tanggapan Begini

Semua tempat keramaian di Pekanbaru sudah diwajibkan menerapkan aplikasi Peduli Lindungi sejak beberapa waktu lalu

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Nurul Qomariah
Istimewa
Anggota DPRD Pekanbaru Nurul Ikhsan beri tanggapan terkait semua tempat keramaian di Pekanbaru wajib menerapkan aplikasi Peduli Lindungi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kini tidak hanya mal yang wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi, namun semua tempat keramaian, sudah diwajibkan untuk menerapkannya sejak beberapa waktu lalu.

Mulai dari tempat wisata, hotel, pusat perbelanjaan atau pasar modren dan sejenisnya, wajib memasang sarana QR skrining peduli lindungi kepada para pengunjung.

Tujuannya semata-mata, untuk mencegah terjadinya penyebaran virus Covid-19, serta untuk mempercepat vaksinasi di Riau.

Langkah positif ini ditanggapi kalangan DPRD Pekanbaru.

Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Pekanbaru Nurul Ikhsan menjelaskan, penerapan aplikasi Peduli Lindungi di semua tempat keramaian tersebut, merupakan langkah yang tepat.

Sebab, jika hanya diterapkan di mal saja, terkesan ada tebang pilih dari pemerintah. Apalagi dikhawatirkan terjadinya persaingan bisnis.

"Iya, pasti kita dukung. Karena ini untuk kebaikan bersama. Tapi kita minta penerapan ini proporsional dan berlaku untuk semuanya," kata Nurul Ikhsan saat berbincang dengan Tribunpekanbaru.com, Jumat (24/12/2021).

Lebih lanjut Nurul Ikhsan mengharapkan, penerapan ini tentunya harus dibarengi dengan pengawasan yang intens.

Artinya, tim yang turun jangan hanya sekadar lips servis semata.

Apalagi memilah tempat yang diawasi, hal itu jangan sampai terjadi. Sebab, hal ini berpotensi terjadinya persoalan di kemudian hari.

Selain itu juga, Nurul meminta, agar Tim Satgas Covid-19 menyiapkan tim vaksinasi di mal, hotel, pusat perbelanjaan, tempat wisata. Sehingga pengunjung yang belum vaksin, bisa langsung divaksin.

"Jelang dan saat hingga usai Natal dan Tahun Baru, ini harus konsisten dilakukan. Terutama yang ada di Kota Pekanbaru. Karena potensi Kota Pekanbaru untuk terjadinya penularan ada. Makanya, harus benar-benar dilaksanakan," terangnya.

Bagaimana dengan masing-masing kuota vaksin yang terbatas, seperti vaksin astrazeneca, vaksin moderna, Pfizer. Yang paling banyak diberikan di Indonesia dan sudah banyak disuntikkan vaksin Sinovac atau Coronavac.

"Ini harus dicarikan solusinya. Apalagi masyarakat yang sudah suntik pertama, tapi suntik kedua, vaksinnnya habis. Dengan begitu, harapan pemerintah dan targetnya tercapai," harapnya.

( Tribunpekanbaru.com / Syafruddin Mirohi )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved