Breaking News:

Merestorasi Romantisme Sultan di Ranjang Istana Tengku Syarifah Latifah

PT RAPP mengelontorkan dana sebesar Rp 3,2 Miliar untuk merestorasi Istana Peraduan yang berada di samping Istana Siak

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Rinal Maradjo
tribunpekanbaru.com
Istana Peraduan di malam hari tampak megah usai direstorasi dari dana bantuan PT RAPP sebesar Rp 3,2 Miliar 

UDARA masih terasa basah saat satu -persatu pengunjung memasuki gerbang utama Istana Siak, Sabtu (25/12/2021) siang. Hujan baru saja reda setelah hampir setengah hari mengguyur daerah berjuluk Kota Istana itu.

Istana Asserayah Alhasyimiyah Siak masih menjadi magnet utama bagi wisatawan di kabupaten Siak.

Terlebih pada hari libur Natal tahun ini, istana sudah kembali ramai dikunjungi wisatawan meski dengan pengetatan aturan dan ketegasaan untuk menerapkan protokol kesehatan.

“Meski tadi hujan dari pagi hingga siang, Alhamdulillah pengunjung tetap ramai untuk ukuran pada masa pandemi ini. Pengetatan aturan dan penegasan Prokes tetap jalan,” kata Junaidi, petugas di bagian ticketing Istana Siak.

Di kompleks istana Siak tersebut tidak hanya mengantarkan imajinasi pengunjung ke masa lalu di dalam istana kesultanan.

Pengunjung bisa melayang dalam sebuah imaji tentang pelayaran Sultan kala melihat kapal Kato di sisi kanan Istana itu.

Sayangnya, kapal Kato sebagai kendaraan air Sultan Syarif Kasim II tampak berkarat, butuh sentuhan kebijakan untuk merehab kondisi kapal tersebut biar tidak lapuk di makan waktu.

Pada sisi kiri istana, terlihat sebuah bangunan rumah dengan atap berbentuk limas yang kokoh, bersih dan terang.

Sepintas, bangunan itu menyerupai bangunan peninggalan kolonial Belanda, namun ada lambang kerajaan Siak di depannya.

Sebenarnya bangunan itu adalah Istana Peraduan, yang menambah khazanah pengetahuan pengunjung bila datang ke Istana Siak.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved