Breaking News:

Berita Siak

Jejak Romantisme Sultan Siak di Ranjang Istana Tengku Syarifah Latifah

Pada Istana Peraduan, pengunjung akan merasakan hawa masa lampau, kehidupan pribadi Sultan Syarif Kasim II bersama istrinya Tengku Syarifah Latifah

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM/MAYONAL PUTRA
Replikasi Ranjang Sultan Syarif Kasim II di dalam Istana Peraduan, kompleks Istana Siak. Tribunpekanbaru.com/Mayonal Putra 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Istana Asserayah Alhasyimiyah Siak masih menjadi magnet utama bagi wisatawan di Kabupaten Siak.

Terlebih pada hari libur Natal tahun ini, istana sudah kembali ramai dikunjungi wisatawan meski dengan pengetatan aturan dan ketegasaan untuk menerapkan protokol kesehatan,Sabtu (25/12/2021).

“Meski tadi hujan dari pagi hingga siang, Alhamdulillah pengunjung tetap ramai untuk ukuran pada masa pandemi ini. Pengetatan aturan dan penegasan Prokes tetap jalan,” kata Junaidi, petugas di bagian ticketing Istana Siak.

Di kompleks Istana Siak tersebut tidak hanya mengantarkan imajinasi pengunjung ke masa lalu di dalam istana kesultanan.

Pengunjung bisa melayang dalam sebuah imaji tentang pelayaran Sultan kala melihat Kapal Kato di sisi kanan Istana itu.

Sayangnya, Kapal Kato sebagai kendaraan air Sultan Syarif Kasim II tampak berkarat, butuh sentuhan kebijakan untuk merehab kondisi kapal tersebut biar tidak lapuk dimakan waktu.

Pada sisi kiri istana, terlihat sebuah bangunan rumah dengan atap berbentuk limas yang kokoh, bersih dan terang.

Sepintas, bangunan itu menyerupai bangunan peninggalan kolonial Belanda, namun ada lambang Kerajaan Siak di depannya.

Sebenarnya bangunan itu adalah Istana Peraduan, yang menambah khazanah pengetahuan pengunjung bila datang ke Istana Siak.

Istana Peraduan Siak tersebut baru bisa diakses oleh pengunjung sejak April 2021 ini.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved