Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Penghapusan BBM Premium dan Pertalite 2022, DPRD Minta Pemerintah Lebih Arif, Dampaknya Banyak

Rencana pemerintah akan menghapus BBM jenis premium dan pertalite tahun 2022 nanti, sudah disorot banyak kalangan termasuk DPRD Pekanbaru

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Nurul Qomariah
ISTIMEWA
Anggota DPRD Pekanbaru Roni Pasla soroti penghapusan BBM premium dan pertalite di tahun 2022, minta pemerintah lebih arif. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Rencana pemerintah akan menghapus BBM jenis premium dan pertalite tahun 2022 nanti, sudah disorot banyak kalangan.

Tidak hanya legislator di Senayan, tapi juga wakil rakyat di Gedung Payung Sekaki DPRD Pekanbaru turut bereaksi.

Anggota DPRD Pekanbaru Roni Pasla SE menilai kebijakan pemerintah ini, belum saatnya untuk diterapkan.

Apapun alasannya, pemerintah juga harus memikirkan kesejahteraan rakyat, dari pada hal lainnya. Karena kesejahteraan rakyat juga dilindungi undang-undang.

Karena dipastikan, jika jika memang terjadi penghapusan premium dan pertalite tahun 2022, maka masyarakat mau tidak mau akan beralih ke BBM jenis lainnya.

Seperti diketahui, BBM jenis lainnya seperti Partamax dan sebagainya, harganya lebih tinggi. Dengan demikian, dampaknya akan banyak memberatkan masyarakat.

"Sebagai contoh saja, harga kebutuhan pokok masyarakat tentu akan naik. Transportasi juga mengalami kenaikan. Ini dampaknya semua sektor. Jadi kita minta pemerintah berpikir ulang lagi," tegas Politisi PAN ini kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (26/12/2021).

Diakui Roni Pasla, kebijakan pemerintah ini tidak populis, di masa pandemi Covid-19 ini.

Di mana masyarakat masih mengharapkan bantuan dari pemerintah, dalam pemulihan ekonomi.

Tidak justru sebaliknya, menghapus subsidi bantuan yang sudah diberikan sejak lama.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved