Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Hanyut Puluhan Kilometer, Jasad Bocah Tenggelam di Sungai Kampar Ditemukan

Bocah 10 tahun yang tenggelam di Sungai Kampar Desa Batu Belah Kecamatan Kampar akhirnya ditemukan, Minggu (26/12/2021) sore.

Penulis: Fernando Sihombing | Editor: aidil wardi

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Bocah 10 tahun yang tenggelam di Sungai Kampar Desa Batu Belah Kecamatan Kampar akhirnya ditemukan, Minggu (26/12/2021) sore.

Jasad Tengku Faza Al Farizi ditemukan dalam posisi tertelungkup dalam gundukan ranting dan batang pepohonan yang hanyut.

Menurut Suherman Eka Surya, ketua harian Tagana Kampar menyebutkan, jasad Faza ditemukan di sekitar bawah Jembatan Rumbio Kecamatan Rumbio Jaya.

Menurut dia, jarak penemuan dari titik tenggelamnya Faza terbilang sangat jauh.

"Sudah jauh kali itu. Mungkin ada sampai 20-an kilometer," ungkap Eka kepada Tribunpekanbaru.com. Ia menambahkan, jasad Faza ditemukan sekitar pukul 16.30 WIB.

Menurut Eka, jasad bocah malang itu ditemukan oleh warga setempat. Tubuhnya tersangkut dalam gundukan ranting dan batang pepohonan yang hanyut.

Eka mengatakan, Faza diduga hanyut terseret arus sungai yang sangat besar.

Pada saat Faza tenggelam, kata dia, arus sungai memang cukup deras. Debit Sungai Kampar naik karena tingginta intensitas hujan.

Menurut Eka, upaya pencarian juga sempat terkendala karena arus sungai sangat deras saat dan beberapa jam setelah Faza tenggelam.

Debit sungai baru mulai turun di hari berikutnya. Kondisi inilah yang berkemungkinan menyeret Faza begitu jauh.

Eka mengatakan, pihaknya sempat mempat membawa jasad korban ke rumah duka.

Tetapi orang tua meminta agar pengurusan jenazah Faza dilaksanakan di RSUD Bangkinang. Jasad Faza pun dibawa ke RSUD Bangkinang.

Korban hanyut di Sungai Kampar ini ditemukan lima hari setelah tenggelam, Selasa (21/12/2021) sore lalu. Dalam laporan Pusdalops-PB, Faza hilang saat berenang dengan seorang temannya di tepian Sungai Kampar dekat penambangan pasir dan batu.

Sekira pukul 17.00 WIB, temannya tiba-tiba sadar jika korban sudah hilang.

Teman korban ketakutan memberitahu hal itu kepada orangtua korban. Orangtua bertanya keberadaan korban setelah bersama keluarga mencari-cari korban karena tidak kunjung pulang ke rumah.

Pada malamnya sekira pukul 20.00 WIB, barulah teman korban mengaku jika korban tiba-tiba hilang saat berenang di dekat Galian C.

Orangtua dan keluarga akhirnya meyakini jika korban hilang tenggelam di Sungai Kampar. Lalu melaporkannya ke pemerintah desa dan instansi terkait di Pemerintah Kabupaten Kampar. (Tribunpekanbaru.com / Fernando Sihombing)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved